Rajendra, Terduga Penembak Polisi di Tol Kanci Dikenal Tertutup

Berprofesi Sebagai Penjual Gorengan

26/08/2018, 21:32 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Ketua RW 01 Kanggraksan Utara, Mayko Anwar (Wildan Ibnu Walid/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Pelan tapi pasti, rekam jejak Rajendra Sulistiyanto, pria yang disebut-sebut terlibat dalam penembakan polisi di Tol Kanci-Pejagan terungkap ke permukaan.

Selain dikenal tertutup dan jarang berinteraksi dengan warga, pria berusia 24 tahun yang tercatat sebagai warga RT 05 RW 01, Kanggraksan Utara Kelurahan/Kecamatan Harjamukti Kota Cirebon itu berprofesi sebagai penjual gorengan.

Saban hari, ia biasa mangkal di sekitar Pusat Grosir Cirebon (PGC) Kota Cirebon. Hal itu diungkapkan oleh Ketua RW 01 Kanggraksan Utara, Mayko Anwar kepada JawaPos.com, Minggu (26/8).

Anwar mengatakan, kepribadian Rajendra sangat tertutup. Bahkan, diketahui oleh warga sekitar yang bersangkutan memiliki aliran paham keagamaan yang berbeda dengan masyarakat pada umumnya.

Beberapa kali, dirinya sempat mengajak terduga untuk berbaur dengan masyarakat dan mengajaknya meninggalkan paham garis keras. Namun, ajakan tersebut tak digubrisnya.

"Karena punya paham yang berbeda, akhirnya dia (Rajendra) dan keluarga merasa terisolasi sendiri dengan warga," terang Ketua RW.

Sebelum kasus penembakan terhadap dua polisi di Tol Kanci-Pejagan, dirinya dan sejumlah warga kerap dimintai keterangan oleh pihak kepolisian terkait rekam jejak Rajendra. Terlebih sejak ramai penyerangan Mako Brimob dan Bom Surabaya beberapa waktu lalu.

"Sejak ramai peristiwa Mako Brimob dan Bom Surabaya, dia (Rajendra) tinggal di tempat lain, ngekos," ujarnya.

Selama ini, sepengetahuannya, Rajendra berjualan gorengan di sekitar Pusat Grosir Cirebon (PGC) Kota Cirebon. Lebih lanjut, Anwar bercerita yang bersangkutan sudah jarang terlihat di kediamannya selama 2 minggu sejak peristiwa Bom Surabaya dan penyerangan Mako Brimob Kelapa Dua Depok. Namun saat ditanyakan perihal hubungan Rajendra dengan peristiwa kedua tersebut, Anwar tidak mengetahui persis.

"Sudah jarang terlihat saja di kediamannya sejak saat itu (peristiwa Bom Surabaya dan penyerangan Mako Brimob)," pungkasnya.

Sementara, saat dikonfirmasi terkait penggeledahan rumah Rajendra di Kelurahan/Kecamatan Harjamukti, Kasat Reskrim Polres Cirebon Kota, Rylandi Nurwan hanya menegaskan masih dalam tahap penyelidikan. "Masih (proses) lidik," ujarnya singkat, Minggu (26/8) malam.

(ce1/wiw/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi