JawaPos Radar

Raih Gelar Dokter Hasil Jualan Gorengan dan Jasa Cuci Sepatu

26/08/2018, 16:00 WIB | Editor: Budi Warsito
Raih Gelar Dokter Hasil Jualan Gorengan dan Jasa Cuci Sepatu
Tirta, seorang dokter di Jogja yang memilih untuk usaha cuci sepatu di Shoes and Care dan toko sepatu titip jualnya di Demangan. (Ridho Hidayat/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Apa yang dilakoni oleh pemuda bernama Tirta Mandira Hudhi, 27, patut di contoh oleh anak-anak muda zaman now. Pasalnya, meski pun menyandang gelar dokter, tak membuatnya lantas berleha-leha.

Selain berprofesi sebagai dokter, lulusan Fakultas Kedokteran (FK) di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta pada 2013 silam ini, juga pemilik jasa cuci sepatu, Shoes and Care di Jalan Cenderawasih, Demangan, Jogjakarta.

Bisnis itu sudah dilakoninya ketika ia masih semester 1 tepatnya pada 2009 silam. Ia memulai bisnisnya agar dapat memenuhi kebutuhan materi-materi kuliahnya seperti buku-buku yang harganya cukup tinggi.

Raih Gelar Dokter Hasil Jualan Gorengan dan Jasa Cuci Sepatu
Tirta, seorang dokter di Jogja yang memilih untuk usaha cuci sepatu di Shoes and Care dan toko sepatu titip jualnya di Demangan. (Ridho Hidayat/JawaPos.com)

"Dulu itu tidak seperti sekarang yang sudah ada elektronik books. Tapi bukunya dulu itungannya dolar. Jadi saya berpikir bagaimana untuk mendapatkan uang supaya bisa membeli buku-buku itu," katanya, ketika ditemui di gerainya Shoes and Care di Jogjakarta, Sabtu (25/8).

Ia pun berpikir untuk menjual gorengan kepada teman-temannya di kampus. Memanfaatkan kondisi perkuliahan yang jadwalnya sangat padat sementara kantin di FK UGM dirasa cukup jauh.

Tirta membeli gorengan di daerah Jalan Magelang, kemudian dijualnya kembali. Uang yang didapatkannya, ditabung. "Sekalian saya monopoli juga, saya jual minuman. Saya nggak malu. Uangnya saya sisihkan untuk jual aksesoris," katanya.

Selain jualan aksesoris, ia juga menjual sepatu. Tirta pun sempat bangkrut. Namun keterpurukan itu tak bertahan lama, Tirta tetap mencoba untuk survive dengan uang Rp 700 ribu yang dimilikinya.

Dengan uang yang dimilikinya itu, Tirta lalu menjual sepatu-sepatu bekas yang dia dapatkan di tempat-tempat loak. Setelah kulakan, ia terlebih dahulu mencuci sepatu-sepatu yang dibelinya supaya kualitas bagusnya ditampakkan. "Kenapa sepatu, karena dari kecil saya suka koleksi sepatu," katanya.

Jualan sepatu bekas yang dilakukannya ini hanya dilakukan di kos-kosannya di daerah Pogung, Jogjakarta. Tidak disangka tanggapan dari konsumennya itu cukup puas, terutama terhadap hasil cuciannya.

"Niat awal saya itu jual barang bekas, supaya bagus saya cuci. Tapi akhirnya keterusan, karena banyak teman yang nyetor sepatu kotornya ke saya, dari satu kos ke kos lain di daerah Pogung, Jalan Kaliurang," katanya.

Perkembangan Shoes and Care yang saat ini sudah memasuki tahun kelima pun cukup pesat. Sedikitnya ada 20 agen yang tersebar di kota-kota seluruh Indonesia dengan ratusan karyawan yang mendapatkan tambahan ekonomi dari hasil usahanya ini.

Berkat manajemen keuangan yang baik pula, saat ini ia berhasil mengembangkan berbagai usaha. Seperti di bidang tas, laundry sepatu, pengharum sepatu, hingga toko untuk titip jual sepatu.

"Baru-baru ini saya lagi membuat start-up bernama Tukutu. Itu aplikasi titip jual sepatu, pertama di Indonesia," kata pria asal Surakarta, Jawa Tengah yang menetap di Jogja ini.

(dho/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up