JawaPos Radar

Petugas Kebersihan Cabuli Anak di Bawah Umur di Masjid

26/08/2018, 11:17 WIB | Editor: Budi Warsito
Petugas Kebersihan Cabuli Anak di Bawah Umur di Masjid
Pelaksana tugas (Plt) Kasat Reskrim Poltestabes Makassar, Kompol Diari Estetika saat memberikan keterangan di Mapolrestabes Makassar (Syahrul Ramadan/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Seorang petugas kebersihan di Makassar, diamankan tim Satreskrim Polrestabes Makassar. Laki-laki bernama Aswan alias Culi, 21, itu diringkus usai melakukan perbuatan cabul terhadap anak dibawah umur.

Pelaksana tugas (Plt) Kasat Reskrim Poltestabes Makassar, Kompol Diari Estetika mengatakan, warga Jalan Sunu, Kecamatan Tallo, Makassar ini, tertangkap warga menggauli bocah perempuan 10 tahun di dalam kamar mandi sebuah masjid berada di Jalan Arief Rahman Hakim, Kecamatan Tallo.

"Warga curiga dengan aktifitasnya di dalam kamar mandi laki-laki. Kemudian digeledah sama warga di masjid dan langsung didapati," kata Diari, saat memberikan keterangan di Mako Polrestabes Makassar, Jalan Ahmad Yani, Minggu (26/8).

Diari menuturkan, penangkapan dilakukan, pada Sabtu (25/8) sekitar pukul 15.30 WITA, setelah warga menangkap basar berbuatan keji yang dilalukan tersangka. Saat diintrogasi, tersangka mengaku mengiming-imingi korban dengan uang Rp 5 ribu.

"Itu diakui tersangka, saratnya supaya ditemani mandi sama. Korban diiming-imingi uang," tutur Diari.

Pemeriksaan sementara, tersangka diduga memiliki kelainan jiwa. Namun, hingga saat ini, pihaknya masih melakukan pendalaman untuk mengetahui pasti perbuatan tersangka. "Kelainan jiwa suka berhubungan dengan anak kecil atau anak di bawah umur," terang Diari.

Korban saat ini sementara ditangani oleh unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Makassar. Selanjutnya pihaknya lanjut Diari bakal berkoodinasi dengan tim pendamping dari Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2 TP2A) pemerintah kota (Pemkot) Makassar guna penampingan dan pemulihan kondisi mental dan fisik.

Akibat dari perbuatan keji itu, tersangka disangkakan melakukan pelanggaran pasal 81 ayat 2 atau pasal 28 ayat 1 Undang-Undang RI nomor 17 tahun 2016 tentang Tap Perpu nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan Anak dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun penjara dan maksimal 15 tahun penjara.

(rul/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up