Kejar Pelaku Penembakan Anggota Polisi, Polda Jabar Kerahkan Densus 88

26/08/2018, 12:53 WIB | Editor: Ilham Safutra
Anggota dari Korps Brimob Polda Jabar dikerahkan menyelidiki TKP penembakan terhadap dua anggota PJR Ditlantas Polda Jabar. (Andri Wiguna/Radar Cirebon/Jawa Pos Group)
Share this image

JawaPos.com - Aparat kepolisian terus berupaya mengungkap motif penembakan yang dialami dua anggota Unit PJR Ditlantas Polda Jabar di Cirebon. Untuk mempercepat proses kasus yang terjadi pada Jumat (24/8) malam itu, jajaran Densus 88 pun dilibatkan. Yang pasti, sampai tadi malam (25/8) belum diketahui motif yang melatarbelakangi penembakan tersebut.

"Masih belum bisa kami simpulkan. Saat ini tim sedang melakukan penyelidikan," kata Kapolda Jawa Barat Irjen Agung Budi Maryoto seperti dilansir Radar Cirebon (Jawa Pos Group) kemarin (25/8).

Kedua korban penembakan adalah anggota Ditlantas PJR Polda Jawa Barat Aiptu Dodon Kusdianto dan Aiptu Widi Harjana. Mereka sehari-hari bertugas di Unit PJR Mertapada Tol Kanci-Pejagan. Peristiwa tersebut terjadi saat mereka melakukan patroli rutin sekitar pukul 21.30 WIB.

Kapolda Jawa Barat Irjen Agung Budi Maryoto usai membesuk dua anggotanya yang terkena penambakan dari orang tak dikenal di IGD. (Andri Wiguna/Radar Cirebon/Jawa Pos Group)

Para pelaku langsung kabur. Untung, setelah penembakan itu, salah seorang korban yang masih sadar menghubungi pengelola tol untuk meminta bantuan. "Kejadian penembakan itu masuk Kanci-Pejagan. Tadinya saya kira masuk wilayah Brexit," ujar Kacab Tol Pejagan-Pemalang Ian Dwinanto saat ditemui Radar Cirebon di RS Mitra Plumbon, Cirebon, kemarin.

Dodon mengalami luka tembak di bagian dada kanan dan kiri, juga mulut. Adapun Widi tertembak di dada kanan dan telapak tangan kiri.

Penjagaan polisi di tempat kedua korban dirawat sangat ketat. Agung mengatakan, Dodon dan Widi sadar. Kondisi mereka juga stabil.

Menurut dia, pihak rumah sakit sedang berusaha mengeluarkan serpihan peluru yang bersarang di tubuh dua anggotanya itu. "Yang jelas, saat ini kondisi keduanya stabil dan sadar," kata Agung yang tiba di RS Mitra Plumbon Sabtu sekitar pukul 02.00.

Agung belum bisa menyimpulkan motif dan asal pelaku penyerangan. Ketika dihubungi Jawa Pos secara terpisah kemarin, Kabidhumas Polda Jawa Barat Kombespol Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, saat ini tim reserse dan intelijen bergabung untuk mengejar pelaku. "Apalagi soal kemungkinan terkait kelompok teror, belum juga diketahui," terangnya.

Dia menambahkan, petugas juga berupaya terus meningkatkan keamanan masyarakat dan internal. "Caranya, petugas yang berpatroli atau bertugas tidak boleh sendirian, setidaknya harus dua orang. Sesuai instruksi Kapolda," ungkapnya. 

(dri/idr/c11/ttg)

Berita Terkait

Rekomendasi