JawaPos Radar

Kapolda Riau Diminta Mundur, Begini Tanggapan Anak Buah

26/08/2018, 14:49 WIB | Editor: Yusuf Asyari
Kapolda Riau Diminta Mundur, Begini Tanggapan Anak Buah
(Kiri ke kanan) Kabidkum Polda Riau Kombes Ronny, Kapolresta Pekanbaru Kombes Susanto, Kabid Humas Polda Riau Kombes Sunarto dan Kabid Propam Polda Riau Kombes Agus, gelar konferensi pers di Mapolda Riau, Minggu (26/8), terkait pemulangan Neno Warisman (Virda Elisya/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Dihadangnya penggagas gerakan #2019GantiPresiden, Neno Warisman di Pekanbaru, Riau, menuai kecaman. Itu muncul dari berbagai pihak. Salah satunya Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Fadli Zon.

Dalam cuitannya di akun Twitter, Fadli Zon menilai Kapolda Riau Brigjen Widodo Eko Prihastopo tidak becus menjalankan tugas sebagai aparat keamanan. Sebab, telah membiarkan persekusi dan penghadangan oleh massa terhadap Neno Warisman di Bandara Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru.

"Sebaiknya Kapolda Riau dicopot, tdk becus mengurus keamanan bandara n keamanan warga negara (Mb Neno dkk). Membiarkan persekusi," tulis Fadli Zon di akun Twitternya, @FadliZon, Sabtu (25/8) malam.

Menanggapi itu, Kepala Bidang Humas Polda Riau, Kombes Sunarto, malah mempertanyakan keterangan Fadli Zon tersebut.

"Mundur gimana? Kalau kita jalan, maju. Ya itu, kita disini bekerja. Urusan pergantian, mutasi dan lain sebagainya itu, urusan pimpinan. Kita disini bekerja," kata Narto kepada wartawan pada Minggu (26/8).

Pada Sabtu kemarin (25/8), ada 748 personel gabungan yang dikerahkan saat kedatangan Neno. Itu terdiri Polri, TNI AU dan TNI AD. Diakui Sunarto, ratusan personel itu ditugaskan untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

"Pro kontra kalau mengganggu Kamtibmas tentu kita harus ambil langkah. Supaya tidak timbul masalah yang lebih besar, lebih melebar. Jadi sebelum terjadi kita cegah," kata dia.

Neno Warisman mendadak tiba di Pekanbaru pada Sabtu sore untuk menghadiri acara deklarasi #2019GantiPresiden. Semula acara itu akan dilangsungkan pada hari ini, Minggu (26/8). Namun pada Jumat (24/8) lalu, panitia menunda acaranya pada 2 September.

Dengan kedatangan Neno yang mendadak itu, puluhan massa langsung memblokir gerbang keluar bandara SSK II Pekanbaru, Sabtu (25/8). Neno tertahan dari pukul 15.30 WIB hingga sekitar pukul 22.30 WIB.

Mobil sedan putih yang ditumpangi Neno tak dapat bergerak saat itu. Bahkan massa yang emosi sempat melempari mobilnya dengan botol air mineral. Mereka juga melakukan aksi bakar ban. Massa yang kontra ini, akhirnya membubarkan diri sekitar pukul 17.00 WIB.

Setelah massa kontra membubarkan diri, massa yang pro Neno berdatangan. Tujuan mereka untuk menjemput Neno yang belum diizinkan aparat untuk keluar dari bandara. Massa yang mengatasnamakan diri mereka dari tokoh pemuda masyarakat Riau, ini sempat dibubarkan paksa oleh polisi sekitar pukul 18.30 WIB. Namun mereka kembali lagi ke bandara dengan jumlah yang lebih banyak sekitar pukul 22.00 WIB.

Akan tetapi, kedatangan mereka kesana tidak ada hasilnya. Suara mereka tak dapat membuat Neno diizinkan keluar dari Bandara. Neno akhirnya dipulangkan paksa oleh aparat ke Jakarta pada penerbangan terakhir sekitar pukul 22.30 WIB.

Sebelumnya, Kapolda Riau, Brigjen Widodo Eko Prihastopo yang baru satu hari berutgas memberikan pernyataan menohok terkait acara deklarasi #2019GantiPresiden yang rencananya akan dilangsungkan pada Minggu (26/8) di Pekanbaru. Ia meminta acara itu dibatalkan.

"Kita antisipasi. Saya tegaskan disini batalkan itu. Gak ada manfaatnya, mudharatnya banyak," tegas mantan Wakapolda Jawa Timur, usai Serah Terima Jabatan (Sertijab) di Mako Brimobda Polda Riau, pada Jumat (24/8) lalu.

"Kita akan lakukan pertimbangan kembali dengan strategi lainnya. Mungkin tidak saya sampaikan disini," kata dia.

(ica/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up