JawaPos Radar

Deklarasi #2019GantiPresiden di Surabaya Memanas

26/08/2018, 10:20 WIB | Editor: Budi Warsito
Deklarasi #2019GantiPresiden di Surabaya Memanas
Kabag Ops Polrestabes Surabaya, AKBP Bambang Sukmo Wibowo memberikan imbauan kepada massa aksi. (Moh Mukit/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Deklarasi #2019GantiPresiden di Surabaya memanas, ribuan massa pendukung #2019GantiPresiden yang semula berkumpul di sekitar Tugu Pahlawan dibubarkan oleh aparat Kepolisian. Tidak lama kemudian massa #2019GantiPresiden meninggalkan lokasi lalu melakukan long march menuju depan kantor DPRD Jatim, Jalan Indrapura, Minggu (26/8).

20 menit melakukan orasi, aparat Kepolisian dari Polrestabes Surabaya kemabli mendatangi massa lalu memberikan imbauan agar segera membubarkan diri. Imbauan itu disampaikan Kabag Ops Polrestabes Surabaya, AKBP Bambang Sukmo Wibowo melalui pengeras suara.

"Kami minta untuk segera membubarkan diri. Tidak boleh ada kegiatan disini, kalau tidak kami akan mengambil tindakan tegas," kata Bambang, Minggu, (26/8).

Deklarasi #2019GantiPresiden di Surabaya Memanas
Kabag Ops Polrestabes Surabaya, AKBP Bambang Sukmo Wibowo memberikan imbauan kepada massa aksi. (Moh Mukit/JawaPos.com)

Mendapat himbauan semacam itu, massa #2019GantiPresiden meminta ijin untuk istirahat dan melakukan doa bersama terlebih dahulu. Namun tidak lama kemudian, puluhan massa yang mengatasnamakan 'Cinta NKRI' mendatangi massa #2019GantiPresiden. Puluhan massa tersebut mencoba menerobos barikade Polisi.

Suasana pun berubah memanas ketika puluhan masa yang membawanya bendera merah putih itu tak menghiraukan himbauan aparat Kepolisian agar menahan diri. Aparat Kepolisian pun terpaksa membentuk barikade menghadang massa 'Cinta NKRI' dan memperkuat barikade pada barisan massa #2019GantiPresiden.

"Bubarkan, Iki Suroboyo, kalau tidak kami yang akan membubarkan," teriak salah satu massa dari Cinta NKRI.

Setelah berhasil ditenangkan, kedua kelompok massa juga sempat terlihat saling lempar botol. Namun, dengan sigap aparat kepolisian kembali menahan kedua kelompok massa.

Hingga berita ini selesai ditulis, kedua kelompok massa ini masih sama-sama bertahan. Apalah kepolisian masih terus melakukan negosiasi kepada masing-masing kelompok.

(mkd/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up