JawaPos Radar

Lewat Binmas Noken, Persoalan-persoalan Di Papua Bisa Diselesaikan

26/07/2018, 05:51 WIB | Editor: Imam Solehudin
Binmas Noken
Anggota Binmas Noken ketika berinteraksi dengan masyarakat Papua. (Ist/Jawapos.com)
Share this image

JawaPos.com - Persoalan di Papua seakan tidak ada habisnya. Kesejahteraan menjadi salah satu penyebabnya.

Namun kata Kasatgassus Binmas Operasi Papua, Kombes Pol Eko Sudarto, beragam persoalan tersebut tidak bisa diselesaikan dengan cara penegakan hukum atau represif (hard approach). Melainkan dengan pendekatan preventif dan preemtif (soft approach.

Oleh sebab itu, dibentuklah Binmas Noken untuk mengatasi ragam persoalan di Papua. Eko menjelaskan, Binmas Noken sejatinya berangkat dari kelanjutan Binmas Pioneer yang pernah dijalankan di seluruh wilayah Polda Papua pada 1993 lalu.

Dinamakan Binmas Noken karena diambil dari salah satu warisan budaya bangsa atau masyarakat Papua. "Noken berarti menjadi sebuah sumber inspirasi, menampung keluhan, menampung aspirasi, menampung segala macam saran pendapat dari rakyat yang ditujukan kepada kepala suku," kata Eko dalam keterangannya kepada wartawan, Rabu (25/7).

Secara harfiah, implementasi noken dipakai oleh mamak-mamak untuk menampung kebutuhan dengan kegiatan sehari-sehari semisal belanja atau kegiatan perdagangan. "Nah, diimplementasikan Polri lebih banyak mendengar permintaan, keinginan dan harapan masyarakat Papua," sebutnya.

Secara umum model pelatihan yang dilaksanakan Binmas Polri di Papua antara lain sebagai penatua kamtibmas, Binmas sebagai guru pengajar (polisi pi ajar), bidang pertukangan, kemampuan bidang peternakan dan perikanan, kemampuan bidang pertanian dan perkebunan (cocok tanam) dan bidang kesehatan.

Eko menerangkan, untuk bercocok tanam sudah diimplementasikan sesuai keinginan masyarakat yang tinggal di daerah pegunungan. "Bidang peternakan lebah, peternakan babi, bahkan sudah ada yang berproduksi ternak ayam super," jelas dia.

Terkait pengembangan bidang pertanian juga sudah ada yang terimplementasi di daerah Sota Papua perbatasan antara Merauke dengan Papua Nugini. "Sekarang wilayah disana subur dan dikunjungi banyak orang menjadi sebuah tempat yang menarik," imbuhnya.

Kemudian, Eko mengatakan Binmas Polri juga sudah banyak menyentuh anak-anak melalui program Binmas sebagai guru pengajar (polisi pi ajar). Menurut dia, Polri menghadirkan ahli pendongeng untuk menghibur anak-anak di Papua.

"Mereka ini merupakan aset bangsa yang terabaikan, karena anak-anak di Papua kebanyakan merupakan korban kekerasan rumah tangga sehingga mereka punya trauma berkepanjangan. Jadi, kami mengajak anak-anak menjadi punya kenangan yang bagus dan indah dengan mendatangkan ahli-ahli bercerita," tuturnya.

Lebih lanjut Eko mengklaim implementasi Binmas di Papua itu, menjadi perhatian khusus Kapolri Jenderal Tito Karnavian terhadap warga Papua.

"Pak Kapolri punya keinginan kita untuk menangani masalah-masalah di Papua itu kan banyak masyarakat sebenarnya sangat rentan ditangani secara represif, sehingga sekarang diperlukan secara preventif dan preemtif yaitu dengan soft power," katanya.

Program Binmas Pioneer yang berkembang menjadi Binmas Noken ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat Papua. Pasalnya keberadaan struktur Polri ada hingga pos-pos polisi di wilayah terpencil daerah Papua.

Kemudian, kemampuan personel Polri juga dalam pendampingan di lokasi atau asistensi terhadap masalah-masalah masyarakat. "Kan salah satu tugas pokok Polri adalah sebagai pembimbing, pelindung, pengayom dan pemecah masalah bagi masyarakatnya," pungkas Eko.

(dna/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up