alexametrics

Ekspansi Tanam Bawang Putih Dikebut, Kini Giliran Minahasa Selatan

26 Juli 2018, 07:19:14 WIB

JawaPos.com – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menargetkan pencapaian swasembada bawang putih yang semula 2033 dipercepat menjadi tahun 2021. Untuk mempercepat pencapaian target tersebut, Direktorat Jenderal Hortikultura mendorong importir melakukan wajib tanam di beberapa wilayah.

Salah satu wilayah yang mendapat jatah wajib tanam adalah Minahasa Selatan. Kemarin, Kementan resmi me-launching penanaman perdana bersama Bupati Minahasa Selatan, Christiany Eugenia Paruntu.

Lokasinya di atas lahan 90 hektar, Kecamatan Modoinding. Penanaman di atas ketinggian 1.000 mdpl ini dilakukan PT Citra Gemini Mulya ini dengan target tanam 420 ha.

Dirjen Hortikultura Suwandi menyatakan percepatan target swasembada bawang putih menjadi 2021 telah melalui kalkulasi dan pertimbangan yang cermat.

“Kita harus optimis, karena dulu Indonesia pernah mengalami kejayaan bawang putih di era tahun 90an, di mana luas pertanaman mencapai 22 ribu hektar dengan produksi sebesar 153 ribu ton,” kata Suwandi.

Suwandi menjelaskan bahwa lahan yang dibutuhkan guna mencapai program swasembada berkelanjutan sekitar 80 ribu hektar. Luasan ini digunakan untuk produksi benih sekaligus untuk kebutuhan konsumsi.

“Pencapaian ini akan secara otomatis mengurangi kebutuhan impor dan meningkatkan produksi dalam negeri,” tambah dia.

Dia mengungkapkan, beberapa upaya yang dilakukan diantaranya dengan menjamin ketersediaan lahan. Kemudian menyediakan benih, membangkitkan minat petani, serta pengaturan skema tata niaga bawang putih.

Program tersebut, lanjut Suwandi, didukung juga dengan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 38 Tahun 2017 tentang Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH).

Permentan ini memuat klausul bahwa importir bawang putih wajib menanam dan memproduksi bawang putih di dalam negeri sebesar 5 persen dari volume impor yang diajukan.

“Ini agar produksi dalam negeri meningkat. Karena itu, jika importir tidak melakukan tanam, rekomendasi izin impor berikutnya tidak dikeluarkan,” papar Suwandi.

Dirinya juga menjelaskan bahwa pemerintah telah mengalokasikan APBN untuk pengembangan 6 ribu hektar, bawang putih di 77 kabupaten pada 18 provinsi. “Kerja sama yang baik antar semua pihak sangat dibutuhkan agar program ini benar-benar bisa terealisasi sesuai harapan,” pungkasnya.

Editor : Imam Solehudin

Reporter : (mam/JPC)

Ekspansi Tanam Bawang Putih Dikebut, Kini Giliran Minahasa Selatan