JawaPos Radar

32 Embung Mengering, 4 Ribu Ha Lahan Pertanian Terancam Kekeringan

26/07/2018, 17:34 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Embung Mengering
MENGERING: Kondisi waduk Botok, Mojodoyong, Kedawung, Sragen yang sudah mulai mengering. (Ari Purnomo/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - 4.184 hektare lahan pertanian di wilayah Kabupaten Sragen terancam kekeringan. Kondisi ini menyusul musim kemarau yang panjang sehingga membuat 32 embung dari 46 embung yang ada mengalami kekeringan.

Tidak hanya itu, bahkan tiga dari tujuh waduk yang biasa digunakan untuk mengairi lahan pertanian tersebut juga sudah mengering.

"Tiga waduk yang mengering diantaranya Waduk Gebyar Botok dan waduk Gembong, ketiga waduk ini biasa untuk mengairi lahan pertanian seluas 4.184 hektare," terang Kabid Pengairan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sragen, Supardi, Kamis (26/7).

Supardi menambahkan, saat ini masih ada empat waduk yang masih tersisa diantaranya waduk Ketro, Brambang, Kembangan, dan waduk Blimbing. Meski belum mengering, tetapi kondisi air di dalam waduk sudah menipis.

Kondisi ini diperkirakan hanya akan bertahan untuk mengairi irigasi tidak lebih dari satu bulan ke depan. Selain mengeringnya waduk, Supardi menambahkan, bahwa di Sragen terdapat 46 embung.

Embung-embung memiliki total kapasitas air mencapai 5,96 juta meter kubik. Jumlah tersebut digunakan untuk irigasi lahan pertanian dengan luas mencapai 2.009 hektare.

"Saat ini masih ada 14 embung yang belum mengering, beberapa diantaranya ada embung Mondokan, Gesi, Karangmalang, Jenar, Tangen, Kedawung, Sragen, Sukodono dan juga embung Tanon," ucapnya.

Sementara itu, berdasarkan pantauan, kondisi di Waduk Botok, Mojodoyong, Kedawung, sangat memprihatinkan. Waduk tersebut sudah mengering. Kondisi ini dimanfaatkan oleh warga sekitar sebagai lahan pertanian baru. Seperti untuk menanam palawija.

Salah seorang warga, Sugino, 60, mengatakan, bahwa kondisi keringnya waduk sudah berlangsung sejak tiga bulan lalu. Karena tidak ada air, warga pun membiarkan lahan pertaniannya mengering.

"Sawah yang ada di bawah waduk sudah tidak ditanami karena tidak ada air, kalau yang di atas masih bisa ditanami karena mendapatkan aliran dari Gondang," ucapnya.

(apl/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up