alexametrics

Tiga Tahun Kepemimpinan Sugianto-Habib

Kalteng Makin Sejahtera, Ini Indikatornya
26 Mei 2019, 10:15:34 WIB

JawaPos.com – Hari ini genap tiga tahun Gubernur Sugianto Sabran dan Wakil Gubernur Habib Ismail Bin Yahya memimpin Kalteng. Selama tiga tahun kepemimpinan keduanya, banyak hal sudah diwujudkan. Kesejahteraan terasa semakin meningkat.

Indikator kesejahteraan masyarakat (kesra) pada bidang kesehatan, terlihat dengan meningkatnya pelayanan kesehatan kepada masyarakat selama masa kepemimpinan Sugianto-Habib. Berbagai terobosan dan program dilaksanakan. Mulai dari penurunan angka gizi buruk hingga meningkatnya penerimaan Jaminan Kesehatan (JKN) Kartu Indonesia Sehat (KIS).

“Persentase gizi buruk tahun 2016 berada pada angka 25, tapi pada 2018 angka gizi buruk di Kalteng turun menjadi 5 persen. JKN-KIS di Kalteng terlihat mengalami peningkatan yang signikan, sejak 2016 hingga 201 9. Pada 2016 lalu, kepesertaan JKN-KIS hanya berkisar 10.00-an, tapi pada 2019 meningkat dan mencapai 90.000-an,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalteng Suyuti Syamsul, saat melaksanakan forum grup diskusi (FGD) di ruang rapat Bappedalitbang Kalteng, belum lama ini.

Tidak hanya itu, guna memberikan pelayanan kesehatan yang maksimal kepada masyarakat, Pemprov Kalteng telah menambah jumlah dokter spesialis. Pada 2017 terdapat sekitar 215 orang, 2018 sebanyak 277 orang, sedangkan 2019 mencapai 285 orang.

“Jumlah puskesmas yang memiliki dokter semakin bertambah. Tahun 2017 lalu hanya 169 puskesmas yang memiliki dokter. Tapi saat ini sudah mencapai 178 puskesmas,” katanya.

Selain itu, guna meningkatkan pelayanan dan sarana prasaran kesehatan, pemprov merencanakan pembangunan rumah sakit tipe A. Pembangunan tersebut menggunakan anggaran kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU). Proyek pembangunan rumah sakit itu sudah melewati studi kelayakan dan master plan di Bappenas.

Sementara itu, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Doris Sylvanus terus meningkatkan pelayanan dan sarana prasarana. Salah satu pemenuhan sarana prasarana yakni penambahan kapasitas tempat tidur. 2016 lalu, kapasitas tempat tidur sebanyak 306. Pada 2017-2018, kapasitas tempat tidur sebanyak 357. Sedangkan 2019, bertambah menjadi jumlahnya menjadi 370.

“Kami juga memiliki layanan pusat jantung dan instalasi kesehatan reproduksi. Dari tahun ke tahun terus bertambah. Mulai dari bedah onkologi, bedah saraf, hingga bedah digstif,” kata Wakil Direktur RSUD Doris Sylvanus, dr Theodorus Sapta Atmadja.

Ada pula, penanganan jantung berupa kateterisasi dan pemasangan stent (ring), layanan lain yakni forensik, endoskopi, bronkhoskopi, mikrobiologi klinik, dan patologi anatomi. Pasalnya, bidang spesialisasi yang dibuka di RSUD dr Doris, tahun 2016 sebanyak 24 bidang, tahun 2017 bertambah menjadi 25 bidang spesialisasi. Pada 2018 lalu bertambah lagi menjadi 26 bidang spesialisasi.

INDIKATOR DARI BIDANG PENDIDIKAN

 

Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran. (Istimewa)

Di bidang pendidikan, Sugianto-Habib juga terus memacu kualitas mutu anak-anak di Bumi Tambun Bungai ini. Selama tiga tahun terakhir, pemerintah mampu membangun sejumlah sarana prasarana pendidikan tingkat SMA/sederajat. Pada tahun ajaran (TA) 2018/2019, anak-anak lulusan SMA/SMK memberikan peningkatan kualitas secara signifikan.

“Pemeritah berhasil membangun 175 ruang kelas baru, 86 laboratorium, 18 perpustakaan, merehab 108  gedung sekolah, dan 42 pembangunan sanitasi,” kata Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kalteng Slamet Winaryo.

Diungkapkannya, pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) mengalami peningkatan beberapa tahun terakhir. Buktinya, Kalteng mampu melaksanakan UNKB 100 persen di tingkat SMA.

“Pemerintah telah memenuhi kebutuhan komputer selama tiga tahun terakhir, yakni 4.162 unit. Semuanya bersumber dari APBD, APBN, dan bantuan pihak ketiga malalui CSR,” tegasnya.

Dengan pemenuhan ini, diyakininya memberikan dampak peningkatan prestasi bagi anak-anak didik di Kalteng ini. Pada UNBK TA 2017-2018, hanya empat siswa yang mampu memperoleh nilai sempurna. Peningkatan prestasi signifikan terjadi pada TA 2018-2019, karena naik drastis hingga 50 persen. Terdapat 20 orang lulusan SMA/SMK yang memperoleh nilai sempurna.

Selama pemerintahan Sugianto-Habib, kucuran dana Beasiswa Bidik Misi Kalteng BERKah meningkat. Pada 2017 anggaran untuk beasiswa hanya sebesar Rp12,172 miliar, dengan kuota penerima adalah 2.430 mahasiswa. Tapi pada 2019, anggaran untuk beasiswa mencapai Rp20 miliar dengan kuota 10.000 orang penerima.

BIDANG DINAS KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA

Gubernur Kalteng Sugianto Sabran

Kalteng merupakan wilayah yang memiliki kekayaan sumber daya alam (SDA) yang melimpah, pun adat dan budayanya. Masa kepemimpinan Sugianto-Habib, pemerintah telah mampu meningkatkan pengelolaan di bidang kebudayaan dan pariwisata. Hal itu terbukti dari kunjungan wisatawan yang mengalami peningkatan.

Kepala Disbudpar Kalteng Guntur Talajan mengatakan, jumlah wisatawan yang berkunjung ke Kalteng terus meningkat, baik wisatawan domestik maupun mancanegara. Peningkatan cukup tinggi. Pada 2014 lalu, wisatawan domestik yang datang tercatat sebanyak 824.130 orang, sedangkan wisatawan mancanegara berjumlah 20.496 orang.

“Padahal, tahun sebelumnya jumlah wisatawan domestik hanya 358.593, dan yang mancanegara berjumlah 15.017,” kata Guntur.

Pada tahun 2017, kata dia, tercatat jumlah wisatawan domestik sebanyak 839.915 orang, sedangkan mancanegara ada 26.519 orang. Pada 2018 mengalami peningkatan jumlah, yakni 952.389 orang untuk domestik dan 38.610 wisatawan mancanegara.

“Kami juga telah memperoleh beberapa prestasi di bidang kebudayaan dan pariwisata. Salah satunya, juara umum tingkat regional Kalimantan pada Festival Budaya Pesona Borneo Tahun 2017. Masih banyak lagi prestasi yang telah diraih,” ucapnya.

BIDANG PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN DESA

Gubernur Kalteng Sugianto Sabran saat meninjau SMA Negeri 1 Tewah yang terendam banjir. (Ist for JawaPos.com)

Pada bidang pemberdayaan masyarakat dan desa (PMD), Kalteng mampu menumbuhkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Pasalnya, BUMDes ini memiliki peranan penting dalam menciptakan lapangan kerja di Kalteng.

Sejak tiga tahun terakhir, keberadaan BUMDes semakin bertambah. Total saat ini sebanyak 910 BUMDes. Jumlah ini melibatkan sebanyak 3.250 orang, dia antaranya 2.927 orang pengurus dan 323 orang tenaga kerja. Kondisi BUMDes ini diyakini sehat, dilihat dari kontribusinya terhadap pendapatan asli desa (PADes) yang terus mengalami peningkatan.

Sejak 2015, kontribusi BUMDes terhadap PADes adalah Rp 10 juta. Tahun 2016 meningkat menjadi Rp 74 juta lebih. Tahun 2017 mencapai Rp 310 juta lebih. Data terakhir pada Tahun 2018, mencapai Rp 630 juta,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kalteng Hamka, belum lama ini.

BUMDes di Kalteng terbagi dalam empat kriteria, di antaranya sebanyak 530 dasar, 346 tumbuh, 33 berkembang, dan 1 mandiri. Dikatakannya, kabupaten dengan jumlah BUMDes terbanyak adalah Kabupaten Kapuas, yakni 185 unit. Sedangkan yang paling sedikit memiliki BUMDes adalah Kabupaten Sukamara, yakni hanya 8 unit.

“Setiap tahun kami terus mendorong agar semua desa memiliki BUMDes. Melalui DPMD, pemerintah kabupaten/kota diminta untuk rutin dan berkala membina pemerintah desa maupun pengurus BUMDes,” paparnya.

PEMBERDAYAAN ANAK DAN PEREMPUAN

Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran. (Pemprov Kalteng for JawaPos.com)

Pada bidang Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3APPKB), terjadi banyak perubahan peningkatan kualitas anak dan perempuan.

Kepala Dinas P3APPKB Kalteng Rian Tangkudung mengatakan, sampai 2018 tidak ada satu pun kabupaten/kota yang memenuhi nominasi kabupaten/kota layak anak. Tapi pada 2019, sudah ada enam kabupaten/kota yang berhasil masuk nominasi dan akan diumumkan hasilnya oleh presiden RI pada tanggal 23 Juli 2019, dalam acara Forum Anak Nasional di Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan.

“Gubernur Kalteng Sugianto Sabran menargetkan, pada 2020 diharapkan ada 10 kabupaten/kota yang masuk nominasi kabupaten/kota layak anak. Target selanjutnya pada 2021, diharapkan 14 kabupaten/kota se-Kalteng sudah masuk nominasi ini. Apabila sudah memenuhi, maka Kalteng akan menjadi Provinsi Layak Anak (Provila),” ungkap Rian.

Atas petunjuk gubernur, lanjut dia, untuk pertama kalinya forum anak daerah Provinsi Kalteng  diikutkan dalam rangkaian proses Musrenbang Provinsi Kalteng Tahun 2019, guna mendorong partisipasi masyarakat dalam proses pengambilan kebijakan publik.

“Dalam bidang perempuan, pada 2016 lalu Kalteng telah meluluskan 16 dokter perempuan. Saat ini jumlah anggota legislatif perempuan pun meningkat. Sebelumnya 26 persen, sekarang sudah mencapai 35 persen. Menjadi kebanggaan bersama, karena untuk pertama kalinya Kalteng memiliki bupati perempuan, yakni di Kabupaten Kotawaringin Barat,” bebernya.

BIDANG KETENAGAKERJAAN

Di bidang ketenagakerjaan, pemerintah terus melakukan upaya peningkatan kesejahteraan pekerja, yakni kenaikan upah minimum provinsi (UMP) yang selama tiga tahun terakhir.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kalteng, Syahril Tarigan mengatakan,  UMP pada 2016 hanya sebesar Rp 2.057.558. Kemudian pada 2017, naik menjadi Rp 2.227.307. Pada 2018 menjadi Rp 2.421.305. Untuk tahun ini, UMP meningkat menjadi Rp 2.663.435.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : ARM



Close Ads