alexametrics

Langkah Kemenhub Antisipasi Kemacetan di Exit Tol Tingkir

26 Mei 2019, 11:11:17 WIB

JawaPos.com – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terus melakukan berbagai langkah antisipasi untuk menanggulangi potensi kemacetan pada puncak arus mudik Idul Fitri 1440 H. Di antaranya dengan penanganan ruas Jalan Alternatif di wilayah Tingkir, Salatiga dan Boyolali, Jawa Tengah.

Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi mengatakan, Salatiga dan Boyolali memiliki permasalahan hampir tak jauh beda dengan berbagai kemacetan di daerah lainnya. Jalur keluar tol yang langsung bertemu jalan kecil. Sempitnya jalur keluar tol dikhawatirkan akan terjadi antrean kepadatan kendaraan.

Menurut Budi, karakter penyempitan jalan pun beragam. Ada setelah keluar tol langsung bertemu tikungan. Ada pula yang melintas di jalan perkampungan.

Karena itu, pihaknya menyarankan ke Korlantas untuk melakukan dua rekayasa lalu lintas. Pertama, penutupan beberapa jalan perkampungan yang tidak begitu banyak pertumbuhan. Kedua, dilakukan buka tutup di pintu tol kalau sudah terjadi kemacetan. Jadi, nantinya akan ditutup jalur kendaraan yang mau masuk ke tol.

“Tetapi situasional dan bergantung dari kepolisian. Kami berharap di pintu tol Boyolali dan Tingkir akan ada penambahan gate keluar sehingga akan mempercepat arus lalu lintas,” kata Budi dalam keterangannya, Minggu (26/5).

Bus melinta menuju tol Unggaran dan tol Salatiga. (Dok. JawaPos.com)

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Salatiga, Sidqon Effendi menyampaikan bahwa ada beberapa permasalahan lalu lintas di Salatiga, khususnya di exit Tol Tingkir. Diantaranya, ruas Jalan Tingkir Barukan yang sempit dan banyaknya akses pergerakan lokal.

Selain itu, kepadatan arus lalu lintas dari exit tol menuju beberapa kota: Salatiga, Magelang, Ambarawa, Yogyakarta, dan Temanggung. Di sisi lain, arus lalu lintas dari Jalur Lingkar Selatan, arah kota, dan Boyolali yang menuju tol dan ke Gemolong juga keral mengalami kepadatan.

“Dari exit tol ke terminal Tingkir ini kurang lebih 1 sampai 2 Km, sehingga kepadatan kendaraan akan sangat terpengaruh karena menyambung sampai simpang terminal. Selain itu ada beberapa permasalahan dari segi angkutan yaitu kapasitas Terminal Tingkir yang terbatas sehingga kurang mampu menampung bus saat arus balik,” kata Sidqon.

Oleh karena itu, Dishub bersama Polres Salatiga akan menerapkan pembatasan akses sepanjang ruas jalan Tingkir Barukan (Terminal-Exit Tol) serta penerapan kondisi satu arah pada situasi tertentu. Demikian pula halnya dengan di Boyolali juga akan menerapkan pembatasan akses jalan situasional, terlebih kondisi jalan begitu keluar tol lebih sempit (lebih kurang 6 meter) daripada yang di Salatiga.

Untuk mengantisipasi potensi kemacetan panjang, Kemenhub meminta untuk tiap wilayah menyediakan petugas kesehatan demi menghindari kondisi seperti di Brexit beberapa tahun lalu. Petugas kesehatan disiapkan demi unthk menjaga-jaga dari kejadian yang tidak diinginkan.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : Igman Ibrahim



Close Ads