alexametrics

Pengungsi Merapi di Sleman Mulai Mengeluh Sakit

26 Mei 2018, 13:26:55 WIB

JawaPos.com – Letusan Gunung Merapi membuat sejumlah warga mengungsi. Salah satunya di Balai Desa Glagaharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Jogjakarta.

Para warga sudah bertahan di sana kurang lebih selama dua minggu. Kini, sejumlah pengungsi mulai mengeluhkan tidak enak badan. Terutama mereka yang sudah manula.

Kondisi tak enak badan salah satunya dirasakan Adi Wiyono, 58, warga Kalitengah Lor, Desa Glagaharjo. Dia mengalami sakit pada tubuhnya. Terutama di bagian paha dan kaki. “Pegal-pegal di bagian pergelangan kaki. Kalau digunakan duduk itu sakit,” katanya di barak pengungsian, Sabtu (26/5).

Adi mengungsi usai letusan freatik pada Jumat (11/5) lalu. Selama tinggal di barak pengungsian, Adi mengaku kebutuhan logistik maupun fasilitas lainnya bisa terpenuhi dengan baik.

Meski sudah cukup lama bertahan, Adi belum berpikir untuk kembali ke rumahnya yang berjarak sekitar 3,5 kilometer dari puncak Gunung Merapi. “Nanti menunggu Merapi tenang dulu. Kalau hewan ternak, sudah saya ungsikan ke rumah tetangga yang ada di bawah. Pakannya juga dicarikan anak saya,” katanya.

Sementara itu, Paur Dokes Polres Sleman Penda TK.1 Rini Wuryani mengatakan, ada sebanyak 54 orang yang mendapat layanan kesehatan. Penyakit yang diderita pengungsing beragam. 5 Orang di antaranya mengalami gangguan pernapasan.

Kemudian 7 orang hipertensi, 5 orang pusing, 22 orang mialgia, 4 orang gatal-gatal dan 1 orang asat urat. “Mayoritas penyakit lama. Kalau yang baru itu capek, batuk, pilek, pusing, gatal, dan hipertensi,” katanya.

Pemeriksaan kesehatan tak hanya dilakukan di pos pengungsian saja. Namun hari-hari sebelumnya sudah dilakukan di Pos Utama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman di Pakem, dan di Pos Pemantauan Gunung Merapi (PGM) Kaliurang.

Editor : Sofyan Cahyono

Reporter : (dho/JPC)


Close Ads
Pengungsi Merapi di Sleman Mulai Mengeluh Sakit