JawaPos Radar

Dua Hari Tak Keluar, Gusfi Ditemukan Jadi Mayat Membusuk di Kamar

26/05/2017, 03:45 WIB | Editor: Ilham Safutra
Dua Hari Tak Keluar, Gusfi Ditemukan Jadi Mayat Membusuk di Kamar
Ilustrasi (Pixabay.com)
Share this image

JawaPos.com - Kelurahan Labuh Baru Timur, Kecamatan Payung Sekaki, Kota Pekanbaru, Riau digegerkan dengan penemuan mayat di dalam kamar indekos yang terdapat di Jalan Amal Mulia.

Mayat tersebut adalah penghuni salah satu kamar indekos tersebut yang bernama Gusfi Hendra (29). Gusfi diketahui di KTP-nya tercatat sebagai warga Jalan Anggrek Putih nomor 18 RT 01/RW 01, Kelurahan Cinta Raja, Kecamatan Sail. Penemuan mayat Gusfi ini bermula dari bau busuk yang dirasakan oleh Dame Pandiangan, tetangga kamar indekosnnya yang mencium bau busuk saat hendak mandi, Rabu (24/5) sekitar pukul 18.30 WIB.

Usai mandi pria berusia 29 tahun itu mencari asal usul sumber bau busuk yang menyengat tersebut. Setelah ditelusuri bau itu berasal dari kamar korban. Ketika dicek ternyata pintu kamar korban dalam kondisi terkunci dari dalam.

Lantas itu Dame Pendiangan pergi mencari makan sambil mengantar pakaian kotor ke laundry dan nongkrong sama rekan kerjanya. Namun selang beberapa waktu Dame dihubungi salah seorang tetangga kosannya yang mengatakan bauk tersebut semakin menyengat.

Mengetahui hal tersebut Dame memutuskan untuk pulang ke kostnya.  Sesampai di kosan Dame menghubungi pemilik tempat dia tinggal itu dan memberitahu bahwa ada bau menyengat yang berasal dari dalam Gusfi Hendra.

Pemilik kost yang datang lansung mencoba membuka pintu kamar kost korban, tetapi tetap terkunci. Merasa curiga ada sesuatu yang tidak beres, pemilik kost menghubungi Polsek Payung Sekaki. Tepatnya Kamis (25/5) sekitar pukul 01.55 WIB pemilik kost serta penyewa kost didampingi pihak kepolisian  mendobrak pintu kamar kos korban.

Setelah pintu terbuka, seluruh orang yang ada di lokasi tersebut terkejut mendapat Gusfi Hendara dalam kondisi sudah terbujur kaku ditas tempat tidur dengan posisi terlentang. Selain itu korban ditemukan tanpa mengenakan sehelai benang, dalam pemeriksaan dari luar tubuh korban ditemukan luka memar di tangan kanan. Diduga meninggal karena sakit habis jatuh.

Kasubag Humas Polresta Pekanbaru Ipda Dodi Vivino mengatakan, jenazah korban sudah dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aripin Achmad untuk dilakukan visum. "Jenazah sudah dibawa ke RS untuk divisum," ungkap Ipda Dodi Vivino, seperti dilansir Riau Pos (Jawa Pos Group), Jumat (26/5).

Dodi Vivino menyebut, menurut keterangan saksi bernama Iwan (34), korban sudah dua hari berada di dalam kost dan tidak pernah keluar. "Kata Iwan terakhir kali jumpa dengan korban, Selasa (23/5) sekitar pukul 22.30 WIB sempat bertanya kepada korban apakah sedang sakit, pada saat itu korban mengatakan hanya jatuh di Rajawali, kemudian korban lansun g masuk kamar. Sejak itu korban tidak pernah keluar kamar lagi," tandas perwira Polri yang akrab disapa Vino itu.

Selain itu, pribadi korban tertutup dan kurang bergaul dengan sesama penghuni kost yang berada di Jalan Amal Mulia tersebut. "Iwan juga mengatakan selama ini korban juga kurang bergaul dengan sesama teman kost," imbuhnya. (*3/iil/JPG)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up