JawaPos Radar

Hari Ini, Tersangka Kasus Putusnya Pipa Pertamina Ditetapkan

26/04/2018, 05:15 WIB | Editor: Estu Suryowati
Hari Ini, Tersangka Kasus Putusnya Pipa Pertamina Ditetapkan
DIANGKAT. Pipa Pertamina yang putus di dasar perairan Teluk Balikpapan, diangkat pada Kamis (19/4). (dok. Kaltim Post (Jawa Pos Grup))
Share this

JawaPos.com - Polda Kaltim telah melakukan gelar perkara secara tertutup kasus pencemaran minyak di Teluk Balikpapan, kemarin Rabu (25/4). Rencananya, pada hari ini akan ditetapkan tersangka, yang harus bertanggung jawab atas putusnya pipa minyak Pertamina.

"Sudah kelar (gelar perkara, kemarin). Besok (hari ini) rilis (penetapan tersangka)," kata Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Kaltim Kombes Yustan Alpiani dikutip dari Kaltim Post (Jawa Pos Grup), Jakarta, Kamis (26/4).

Pengamat ekonomi Kaltim Aji Sofyan Effendi menuturkan, penetapan tersangka akan membuka pintu pihak yang harus bertanggung jawab untuk ganti rugi material korban pencemaran minyak. Korban di sini tak hanya ekosistem melainkan juga korban manusia.

Hari Ini, Tersangka Kasus Putusnya Pipa Pertamina Ditetapkan
Kapal MV Ever Judger disita sebagai barang bukti kasus putusnya pipa Pertamina hingga mencemari Teluk Balikpapan.. (dok. Kaltim Post (Jawa Pos Grup))

"Terutama lima korban meninggal. Juga sekitar 2.000 nelayan di Balikpapan dan Penajam Paser Utara, masyarakat dan pelaku ekonomi yang terdampak langsung karena pencemaran minyak ini," kata Aji.

Dia menambahkan, proses hukum memang pengadilan yang menentukan. Namun harus dipastikan, pihak yang akan mengganti rugi bisa membayar penuh hak korban pencemaran minyak.

Penegakkan hukum ini dinilai akan menjadi pelajaran kepada entitas bisnis di Kaltim dan Indonesia pada umumnya. Jika memang dugaan mengarah pada Kapal MV Every Judger, maka pihak yang memiliki kapal sejenis haruslah hati-hati.

"Kita harus memberikan pembelajaran bahwa musibah bisa terjadi karena efek keteledoran manusia, bukan semata-mata gangguan teknologi," pungkasnya.

Sebelumnya, penyidikan kasus ini mengarah kepada kapal MV Ever Judger. Kapal yang berawak 20 orang warga negara Tiongkok itu diduga kuat menjadi pihak yang harus bertanggung jawab atas putusnya pipa minyak Pertamina di dasar laut Balikpapan.

Kepala Pushidrosal Laksamana Muda TNI Harjo Susmoro mengatakan, Pertamina merupakan korban dalam kasus ini. "Tidak mungkin pipa patah begitu saja. Kalau melihat hasil patahan pipa dan bekas garukan, pasti ada benda keras yang menyebabkan itu. Asumsi kami, benda keras tersebut adalah jangkar," katanya.

(jpg/est/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up