JawaPos Radar

Sumur Minyak di Aceh Meledak

Api Diduga dari Pengelasan Pipa

26/04/2018, 09:50 WIB | Editor: Sofyan Cahyono
Sumur Minyak Meledak
Ambulance yang dikendarai Eri sesaat setelah tiba di RSUP H Adam Malik, Kota Medan, Rabu (25/4) malam. (Prayugo Utomo/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Sebuah mobil ambulance berplat nomor asal Aceh masuk ke selasar Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) H Adam Malik, Kota Medan, Rabu (25/4). Mobil itu mendapat pengawalan dari komunitas Ambulance Escort yang sudah menunggu dari kawasan Kampung Lalang.

Setibanya di RSUD Adam Malik, dua petugas RSUD Sultan Abdul Azis Syah Aceh Timur kemudian turun. Mereka membuka kap belakang ambulance. Begitu dibuka, aroma menyengat langsung menusuk hidung.

Ambulance itu membawa korban kebakaran sumur minyak di kawasan Kabupaten Aceh Timur. Langsung saja sang sopir memanggil petugas RSUD Adam Malik. Tanpa rasa jijik, dua petugas itu langsung mengangkat korban yang diketahui bernama Heri Herliza, 19. Dia menjadi salah satu korban selamat dari ledakan sumur minyak.

Setelah korban masuk ke ruang IGD, JawaPos.com mencoba menemui sang sopir yang bernama Eri Asrianda. Lelaki berusia 30 tahun itupun mulai berkisah soal pengalaman seharian mengangkut korban kebakaran.

Eri menceritakan, sekitar pukul 02.30 WIB mendapat kabar soal ledakan sumur yang diduga ilegal. Dia ditugaskan untuk mengangkut para korban. Berangkatlah dia dengan ambulancenya.

Sesampainya di lokasi, Eri langsung bergabung dengan beberapa petugas ambulance lain. Mereka menunggu arahan untuk evakuasi. Selang beberapa saat, eri dan beberapa rekannya langsung mengangkut korban yang dievakuasi. "Yang dekat dengan semburan api nggak berani kami ambil. Karena suhunya sangat panas," kata Eri.

Saat itu, dia melihat jelas beberapa jenazah yang bergelimpangan. Namun lantaran sudah tugas, tidak ada sedikitpun rasa takut. Dia tetap membawa korban ke rumah sakit. Baik yang sudah meninggal maupun masih hidup.

Ada sekitar 19 korban yang diangkutnya ke rumah sakit. Sebagian ada yang dievakuasi ke RS Jubir Mahmud, RS Langkat dan rumah sakit di kawasan Idie.

Seharian mengemudikan ambulance berisi korban bencana menjadi salah satu pengalamannya yang tak terlupakan. Perjalanannya ke Medan sempat terjebak kemacetan di kawasan Kampung Lalang. Ada sebuah pohon yang tumbang karena hujan deras yang mengguyur Kota Medan.

Eri sempat menunjukkan foto-foto jenazah korban di dekat lokasi ledakan. Warga Desa Cotkeh, Kecamatan Peureulak, Kabupaten Aceh Timur, itu juga sempat bercerita soal kronologi kebakaran.

Menurut ceritanya, minyak mentah sudah meluap sejak Selasa (24/4) sekitar pukul 22.00 WIB. Saat itu seorang pekerja di lokasi sedang melakukan pengelasan pipa. Pekerja itu diduga tidak mengetahui ada semburan minyak yang sudah meluber.

Warga yang tahu ada kebocoran minyak, langsung berbondong-bondong mendatangi lokasi. Sungguh tak dinyana. Api yang diduga dari pengelasan itu menyambar minyak dan langsung menyulut kebakaran. "Langsung tinggi sekali apinya. Dua kali tiang listrik," tuturnya.

Eri mengatakan , Sumur itu sudah kedua kali terbakar. Bahkan hingga memakan nyawa beberapa orang. "Kalau dulu penyebabnya karena masak minyak mentah dalam drum hingga akhirnya meledak," ungkap Eri.

Usai berbincang, Eri kemudian singgah ke warung di depan rumah sakit untuk melepas penat. Dia akan segera kembali lagi ke Aceh untuk membantu evakuasi korban. "Nanti kami langsung balik lagi ke Aceh," pungkasnya.

(pra/JPC)

Alur Cerita Berita

Api Diduga dari Pengelasan Pipa 26/04/2018, 09:50 WIB
Lihat semua

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up