alexametrics

Bandara Sentani Ditutup, Pemilik Rental Mobil Minta Tunda Cicilan

26 Maret 2020, 20:16:18 WIB

 

JawaPos.com–Penutupan angkutan penumpang di Bandara Udara Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, berdampak kepada pengusaha atau pemilik rental atau jasa sewa mobil. Pemberlakuan penutupan angkutan penumpang untuk mencegah penyebaran virus korona di Kota dan Kabupaten Jayapura atau Papua secara umum, pasti membuat berkurangnya penumpang atau pemakai jasa sewa mobil.

Wawan, salah satu pemilik jasa sewa mobil seperti dilansir dari Antara pada Kamis (26/3) menjelaskan, sejak dua hari terakhir tidak ada pemasukan dari jasa sewa mobil, yang biasanya melayani penumpang ke dan dari Bandara Sentani.

”Sekali antar penumpang, misalnya dari Bandara Sentani ke Abepura, Kota Jayapura, itu Rp 200 ribu. Dalam sehari bisa dua kali saya melayani konsumen atau penumpang. Tapi sejak dua hari terakhir ini, tidak ada pemasukan,” kata Wawan.

Senada itu, Anugrah, rekaan Wawan mengaku, hanya bisa ikhlas dengan situasi terkini karena menjadi masalah semua pihak sehingga pemberlakuan tersebut sudah pasti dipikirkan secara bijak oleh pemerintah.

”Yang menjadi masalah sekarang adalah bagaimana saya dan teman-teman yang masih membayar kredit mobil. Dari pihak perusahaan pembiayaan belum ada solusi terkait masalah ini. Misalnya, dengan menunda waktu pembayaran karena kami tidak lagi mendapatkan pemasukan atau omzet dari jasa sewa atau rental mobil,” kata Anugrah.

Dia berharap permasalahan itu bisa menjadi perhatian dari pemerintah provinsi dan kabupaten/kota di Papua ataupun pihak terkait lainnya. Sebab, pemberlakuan penutupan Bandara Udara Sentani dan juga penerapan jaga jarak atau pengurangan aktivitas di luar rumah akan memberikan dampak yang luar biasa kepada para masyarakat kecil.

”Kami yang keseharian hanya mencari uang dari jasa rental mobil sudah pasti kesusahan bayar kredit, belum lagi kebutuhan kami sehari-hari sebagai kepala keluarga. Kiranya ada solusi,” ucap Anugrah.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=KcSBoc6FwH8

Editor : Latu Ratri Mubyarsah

Reporter : Antara



Close Ads