alexametrics

Skema Tarif MRT Paling Murah Rp 3.000, Termahal Rp 14 Ribu

26 Maret 2019, 16:55:50 WIB

JawaPos.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengeluarkan rincian tarif Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta yang telah disepakati bersama dengan legislatif. Sebelumnya hanya diumumkan tarif rata-rata sebesar Rp 8.500.

Berdasarkan tabel yang dikeluarkan, tarif terendah MRT Jakarta hanya Rp 3.000. Sementara untuk tarif tertinggi mencapai Rp 14 ribu. Perhitungan yang dilakukan yakni tarif naik Rp 1.000 per stasiun. Sehingga nantinya tarif yang dibebankan kepada penumpang akan berbeda-beda, tergantung dari jarak yang dilaluinya.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, perhitungan tarif MRT berdasarkan pada jarak antar stasiun. Menurutnya keputusan tersebut sudah disepakati bersama, antara eksekutif dan legislatif.

Skema Tarif MRT Paling Murah Rp 3.000, Termahal Rp 14 Ribu
Infografis Tarif MRT Jakarta (Kokoh Praba/JawaPos.com)

“Ini diumumkan berbentuk tabel yang di situ ada daftarnya, dari Stasiun Lebak Bulus ke Bundaran HI berapa, dari Lebak Bulus ke Haji Nawi berapa, Lebak Bulus ke Fatmawati berapa. Jadi, dari tiap tempat itu beda-beda,” kata Anies, di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Selasa (26/3).

Tarif terendah berlaku untuk perjalanan hanya satu stasiun. Misalkan penumpang naik dari Stasiun Bundaran Hotel Indonesia (HI) dan turun di Stasiun Dukuh Atas cukup membayar Rp 3.000. Sementara jika naik dari Stasiun Bundaran HI hingga Stasiun Lebak Bulus maka harus membayar Rp 14 ribu.

Sedangkan jika naik dari Stasiun Lebak Bulus dan turun di Stasiun Fatmawati maka penumpang harus membayar Rp 4.000. Contoh lainnya, jika naik dari Stasiun Blok M ke Stasiun Dukuh Atas penumpang membayar Rp 7.000.

“Alhamdulillah sudah disepakati angka yang tercantum tabel inilah yang akan diumumkan kepada masyarakat di Jakarta. Tarifnya akan berbeda setiap stasiun,” ujarnya.

Editor : Erna Martiyanti

Reporter : Reyn Gloria

Skema Tarif MRT Paling Murah Rp 3.000, Termahal Rp 14 Ribu