alexametrics

Sebelum Diperkosa dan Dibunuh, Korban Sempat Video Call

26 Maret 2019, 20:27:11 WIB

JawaPos.com – Kematian korban Melindawati Zidemi, 24, meninggalkan sejumlah kesedihan dan kenangan keluarga. Pasalnya, sebelum kejadian korban sempat melakukan Video Call (VC) dengan sepupunya.

Sepupu korban, Anugerah Gaurifah, 25, mengatakan Melindawati Zidemi merupakan sepupunya. Sejak 2013, korban kuliah di Sekolah Tinggi Theologi Injili Palembang di Sekojo, Palembang.

Selama di Palembang, korban pun tinggal di mess sekolahannya dan sesekali berkunjung ke rumahnya di Sukabangun 1, Lorong Tanjung RT 24, RW 04, Kecamatan Sukarame, Palembang.

“Nah tahun ini, korban pun diwisuda dan menjalani masa magang,” katanya saat ditemui di RS Bhayangkara, Selasa (26/3).

Selama menjalani masa magang, korban sempat melakukan Video Call (VC) dengan Damailina Gaurifah. Dalam VC tersebut, korban sempat bilang ingin bertemu hanya saja belum ada waktu untuk ke Kota Palembang.

“Kalau tidak salah sekitar sebulan lalu, korban ini VC an. Katanya kangen ingin bertemu,” ujarnya.

Hingga, dirinya mendapatkan kabar bahwa korban ditemukan tewas. Ia mengaku sangat tidak menyangka dan langsung mendatangi RS Bhayangkara Palembang.

“Motor korban tidak hilang, yang hilang hanya telepon genggam saja,” tutupnya.

Seperti diketahui, Dusun Sungai Baung Desa Bukit Batu Kecamatan Air Sugihan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) atau tepatnya di Areal PT PSM Divisi 3 Blok F 19 mendadak heboh. Pasalnya, ditemukan sesosok mayat perempuan tanpa busana di semak-semak.

Mayat tersebut diketahui bernama Melindawati Zidemi, 24, yang berprofesi sebagai calon pendeta yang tengah magang di Gereja Kristen Injili Indonesia (GKII) di Sungai Baung, OKI, Sumsel.

Editor : Yusuf Asyari

Reporter : Alwi Alim

Copy Editor :

Sebelum Diperkosa dan Dibunuh, Korban Sempat Video Call