alexametrics

Polisi Bongkar Home Industri Ekstasi Palsu

26 Maret 2019, 01:05:59 WIB

JawaPos.com – Satuan Reserse Narkoba Polrestro Jakarta Barat menggrebek industri rumahan pembuatan narkoba pil ekstasi palsu di kawasan Tamansari, Jakarta Barat, Sabtu (23/03). Dua tersangka berinisial HB (36) dan SA (40, wanita) diringkus saat penggerebekan. Keduanya diduga pekerja pembuat pil ekstasi tersebut.

Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Barat AKBP Erick Frendriz mengatakan, pihaknya mendapati barang bukti ratusan butir ekstasi palsu serta satu set alat cetak pil ekstasi. Terungkapnya industri rumahan narkoba berdasarkan informasi dari masyarakat bahwa lokasi tersebut kerap digunakan untuk transaksi narkoba. 

“Kita lakukan under cover buy Dan sepakat melakukan pertemuan di Tanah Sereal, Tambora, Jakarta Barat,” terang Erick, Senin (25/3).

Ketika target sudah terlihat, kata Erick, anggota bergerak melakukan penangkapan dan penggeledahan terhadap tersangka. Hasilnya, ditemukan 1 paket besar diduga pil extasi palsu berisi 3 paket 225 butir yang disimpan di selipan celana yang dikenakan tersangka. Kepada anggota, tersangka mengakui barang yang diduga ekstasi terbuat dari bahan paracetamol, bodrex, napsil, dan blau.

“Proses pembuatan dengan cara mengulek atau mencampur bahan-bahan itu dilakukan oleh tersangka HB. Sedangkan SA bertugas mencetak pakai spidol,” tuturnya. 

Sementara, di lokasi industri rumahan anggota mendapati barang bukti lainnya berupa 1 buah cangklong bekas pakai, 9 unit ponsel, 1 buah dompet, 1 buah ulekan penghancur, 1 buah wadah pembuat diduga extasi, dan 1 bungkus Blau.

“Beberapa sample kita lakukan uji teskip dan hasilnya memang pil tersebut dalam kandungan nya tidak terdapat MDMA atau unsur Narkotika. Bisa dikatakan bahwa pil tersebut Jenis Pil Ekstasi Palsu,” ungkapnya.

Kanit 1 Narkoba Polres Metro Jakarta Barat AKP Arief Oktora menambahkan, salah satu tersangka pembuat pil ekstasi palsu berinisial SA merupakan residivis. SA pernah ditangkap lantaran terlibat kasus yang sama pada tahun 2007 silam dengan masa hukuman 6 tahun penjara.

“Satu orang pelaku berinisial SA merupakan residivis kasus yang sama dan belum lama bebas,” tuturnya. 

Arief mengatakan, pihaknya telah melakukan pemeriksaan urine terhadap kedua tersangka. Hasilnya kedua tersangka positif narkoba. “Hasil tes urine keduanya positif (narkoba),” ungkapnya.

Terpisah, BPOM RI Deputi penindakan Dadan menjelaskan adanya temuan tersebut merupakan pelanggaran dalam kesedian farmasi yang dibuat secara ilegal. Adapun bahan pembuat ekstasi tersebut diantaranya paracetamol, bodrex, neo napasil, dan Blau.

“Jika dicampur tanpa aturan akan menimbulkan efek yg membahayakan serta menimbulkan efek kerusakan pada ginjal, hati dan gangguan gagal jantung. Zat pewarna pakaian jenis Blau yang digunakan oleh pelaku bisa menyebabkan kerusakan  pada ginjal dan Hati,” terangnya. 

Dadang menambahkan adanya temuan ini merupakan yang pertama kalinya. Ia menyebut, dampak dari mengkonsumsi ekstasi palsu tersebut. “Kami ketahui jangan kan pil ekstasi yang palsu yang aslinya saja sudah sangat membahayakan bagi kesehatan si pekonsumsi,” tuturnya. 

Akibat perbuatannya, kedua pelaku dikenakan undang-undang kesehatan Pasal 196 Sub Pasal 197 UURI No 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman Hukuman Paling lama 15 tahun penjara. 

Editor : Bintang Pradewo

Reporter : Yogi Wahyu Priyono

Copy Editor :

Polisi Bongkar Home Industri Ekstasi Palsu