alexametrics

Khawatir MRT Jakarta Sepi Penumpang, YLKI Sarankan Langkah Strategis

26 Maret 2019, 10:43:26 WIB

JawaPos.com – Setelah melalui diskusi yang alot antara Pemprov DKI Jakarta dengan DPRD DKI, akhirnya disetujui juga besaran tarif MRT Jakarta. Walaupun memang dinilai molor dari jadwal, namun dapat diapresiasi.

Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia, Tulus Abadi menyatakan bahwa tarif Rp 8.500, yang berbasis distance based, juga merupakan skema tarif yang cukup fair dan akomodatif bagi kepentingan konsumen.

Walau begitu, Tulus pun menggarisbawahi beberapa langkah strategis yang perlu dilakukan oleh MRT Jakarta agar kinerjanya benar-benar optimal. Seperti mengendalikan atau membatasi kendaraan pribadi di koridor yang dilintasi MRT.

Khawatir MRT Jakarta Sepi Penumpang, YLKI Sarankan Langkah Strategis
Penumpang MRT Jakarta (Salman Toyibi/ Jawa Pos)

“Tanpa upaya pengendalian penggunaan kendaraan pribadi, maka kepeminatan pengguna ranmor pribadi untuk migrasi ke MRT akan minim,” tuturnya dalam keterangannya, Selasa (26/3).

Tulus juga meminta agar Pemprov DKI dapat memperhatikan transportasi pengumpan agar mempermudah masyarakat menjangkau MRT. Tidak hanya moda transportasi, dirinya berharap tiket pun saling berintegrasi.

“Adanya tiket MRT yang terintegrasi dengan tiket transportasi pengumpan, terutama terintegrasi dengan tiket Transjakarta,” ungkapnya.

Selain itu, Tulus mengingatkan Pemprov DKI Jakarta dan managemen MRT Jakarta, harus belajar atas kasus yang dialami Kereta Bandara dan LRT Palembang yang hingga kini belum optimal kinerjanya, karena masih minim penumpang.

“Jangan sampai MRT Jakarta mengulang kejadian yang dialami LRT Palembang dan Kereta Bandara tersebut,” pungkasnya.

Editor : Bintang Pradewo

Reporter : Reyn Gloria

Copy Editor :

Khawatir MRT Jakarta Sepi Penumpang, YLKI Sarankan Langkah Strategis