alexametrics

300 KK di Semarang Belum Punya Jamban

26 Maret 2019, 19:00:36 WIB

JawaPos.com – Kurang lebih 300 kepala keluarga di Kota Semarang dilaporkan belum memiliki jamban. Terutama, warga Kota Semarang yang tinggal di bagian bawah atau area Pantai Utara (Pantura).

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang, Ali mengatakan, permasalahan Buang Air Besar Sembarangan (BABS) masih menjadi perhatian pihaknya.

Pasalnya, masalah ini selain erat kaitannya dengan persoalan tingkat kekumuhan pemukiman, juga berhubungan dengan kesehatan. “Saya survey di Kelurahan Tambakrejo (Gayamsari). Masih banyak yang belum punya jamban. Kurang lebih 300 KK (kepala keluarga) belum memiliki jamban. Itu yang kedepan akan kita bangun,” katanya, Selasa (26/3).

Jambanisasi ini, katanya, wajib direalisasikan demi menyongsong target bebas BABS Kota Semarang di tahun 2020-2021 nanti. “Apalagi di 2018 kita sudah deklarasi jika akan segera bebas BABS,” sambungnya.

Melengkapi jambanisasi, adapun pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) secara komunal sebagai solusi minimnya jamban keluarga di tempat tersebut. Langkah ini sudah diterapkan di sejumlah kelurahan.

“Sosialisasi yang sudah dibangun yaitu IPAL Komunal, yang dulu dari program USRI (Urban Sanitation and Rural Infrastructure) kita sosialisasikan supaya bangunan itu tidak mangkrak,” katanya sambil menegaskan bahwa upaya ini akan terus disosialisasikan agar hasilnya optimal.

Harapannya, kawasan kumuh di Kota Semarang bakalan makin berkurang. Untuk di Tambakrejo nanti, anggarannya tak cuma diambilkan dari APBD Kota Semarang saja. “Kami akan berusaha membuat proposal yang nantinya sumber danannya tidak hanya dari APBD kota saja. Tapi juga bantuan Pemprov Jateng, dan bantuan pemerintah pusat juga,” bebernya.

Karena rencananya paras Tambakrejo akan diubah total. Menggunakan konsep yang diterapkan seperti di Kampung Pelangi, di Randusari, Semarang Selatan. Melalui pengecatan ulang dan pavingisasi. Ada pula pusat oleh-oleh, mengingat lokasinya yang juga berbatasan dengan Kabupaten Demak.

Editor : Budi Warsito

Reporter : Tunggul Kumoro

Copy Editor :

300 KK di Semarang Belum Punya Jamban