alexametrics

Tulis Surat untuk Menhan, Ahmad Dhani Ungkapkan Kangen Sop Buntut

26 Februari 2019, 12:53:43 WIB

JawaPos.com – Musisi Ahmad Dhani kembali menulis surat. Kali ini ditujukan kepada Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu. JawaPos.com mendapat bocoran surat tersebut dari Kuasa Hukum Ahmad Dhani, Sahid di sela persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Selasa (26/2).

Ahmad Dhani menulis nama Ryamizard Ryacudu dengan awalan jenderal. Isi suratnya terkait curhatan Ahmad Dhani seputar nasionalisme, NKRI, perkara ujaran kebencian di PT DKI Jakarta, dan penahanannya atas perkara pencemaran nama baik di Surabaya.

“Surat kepada Jenderal Ryamizard Ryacudu. Siap Jenderal, lapor. Saya divonis Hakim PN sebagai pengujar kebencian berdasarkan SARA. Saya divonis AntiCina. Saya divonis AntiKristen,” tulis Ahmad Dhani pada paragraf pembuka surat.

Ahmad Dhani
Tulisan asli Ahmad Dhani kepada Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu. (Istimewa)

Hingga kini, belum ada penjelasan dari Ahmad Dhani terkait surat tersebut. Sidang dengan agenda pemeriksaan saksi pelapor juga kabarnya baru dimulai pukul 13.00 WIB.

Sementara itu, Sahid belum dapat mengkonfirmasi perihal surat tersebut. Dia mengaku hanya fokus pada proses persidangan. Menurutnya, sidang akan memeriksa 3 saksi pelapor. Adalah Edi Firmanto (saksi fakta), Eko Pujianto (saksi fakta), dan Suhadak (saksi fakta). “Persiapannnya saksi di pihak kami satu orang. Namanya Siti Rafika. JPU yang mendatangkan,” kata Sahid kepada JawaPos.com.

Berikut isi lengkap surat Ahmad Dhani kepada Menhan Ryamizard Ryacudu:

Surat kepada Jenderal Ryamizard Ryacudu
Siap Jenderal, lapor…
Saya divonis Hakim PN sebagai pengujar kebencian berdasarkan SARA. Saya divonis AntiCina. Saya divonis AntiKristen

Kakanda Jenderal pasti tidak percaya, bahwa saya antiCina dan antiKristen. Apalagi saudara saya yang Nasrani dan partner bisnis saya yang kebanyakan Tionghoa.

Tapi, kenyataannya saya divonis begitu..

Kakanda, kakanda Jenderal adalah Saksi Hidup bagaimana “DARAH NKRI” saya bergelora. Saat kakanda adalah Kepala Staf AD, pada tahun 2003, kakanda perintahkan band Dewa 19 untuk memberi memberi semangat warga Aceh untuk tetap setia kepada NKRI.

Di atas tank kami konvoi keliling kota Aceh. Bisa saja GAM menembaki saat itu. Tapi kami tetap teriakkan “NKRI HARGA MATI”. (Kalau sekedar ngomong SAYA INDONESIA SAYA PANCASILA, itu tidak sulit, Jenderal).

Tapi kami nyanyikan Indonesia Pusaka di daerah operasi militer. Saat itu banyak kaum “SEPARATIS” yang siap mendekat dan menembaki kami kapan saja..

Tapi sekarang situasinya ANEH, Jenderal. Setelah saya mengajukan upaya BANDING, saya malah ditahan 30 hari oleh Pengadilan Tinggi. Di hari yang sama, keluar PENETAPAN BARU dari Pengadilan Tinggi yang akhirnya saya ditahan.

Karena menjalani sidang yang seharusnya tidak ditahan (karena ancaman hukuman dibawah 4 tahun).

Jangan salah paham Jenderal. Saya tidak sedang bercerita tentang KEADAAN SAYA. Tapi saya sedang melaporkan “situasi politik” negara kita.

Apakah saya “Korban Perang Total” seperti yang dikobarkan Jenderal Moeldoko? Mudah-mudahan bukan. (Tapi di penjara saya merasakan “Tekanan” yang luar biasa).

Demikian kakanda Jenderal, saya melaporkan dari Sel Penjara Politik

Ahmad Dhani
Kangen Sop Buntut
buatan Nyonya Ryamizard Ryacudu.

Rutan Medaeng 26 Feb 2019

Editor : Sofyan Cahyono

Reporter : Aryo Mahendro

Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Tulis Surat untuk Menhan, Ahmad Dhani Ungkapkan Kangen Sop Buntut