alexametrics

Menaker Resmikan Studio Fashion di Semarang

26 Februari 2019, 17:53:57 WIB

JawaPos.com – Kementerian Ketenagakerjaan meresmikan Studio Fashion Teknologi di Balai Latihan Kerja (BLK), Kota Semarang, Selasa (26/2). Studio ini merupakan fasilitas penunjang kejuruan Fashion Business Management dan Fashion Technology yang diselenggarakan Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja (BBPLK).

Peresmian studio ini sendiri dipimpin langsung oleh Menteri M. Hanif Dhakiri. Ia mengatakan, gedung ini menjadi bentuk respons pemerintah terhadap perubahan pasar kerja di industri fashion. Di mana di dalamnya mencakup fasilitas Studio Produksi, Studio Catwalk, Studio Business Management Fashion, dan Studio Kreasi.

Kehadiran studio ini, turut melengkapi jurusan Fashion Teknologi yang merupakan hasil pengembangan jurusan jahit. Tujuan pengembangan itu sendiri adalah supaya lulusan dari BBPLK nanti tidak sebatas menjadi buruh jahit di pabrik garmen. Apalagi kini sudah ada studionya.

“Dengan meng-upgrade kejuruan menjahit ini menjadi fashion teknologi di BLK Semarang, kita berharap nanti anak-anak muda kita ini bisa memperoleh skill yang baru di bidang fashion. Sehingga mereka ini bukan hanya diajarkan untuk menjahit saja, tapi mereka diajari kreasi, diajari produksi, diajari marketing,” jelas Hanif.

Dengan kualifikasi kemampuan sedemikian rupa, ditambah dengan adanya sertifikasi profesi kemudian masuk dalam dunia industri fashion, sang Menteri meyakini lulusan BLK bisa menduduki jabatan yang cukup mumpuni di tempatnya bekerja, Asisten Junior Desainer minimal.

“Dan di luar itu selain masuk ke industri mereka juga bisa memulai wirausaha. Dan tentu saja kalau wirausaha pasti akan lebih dalam tanda petik itu lebih berkelas,” sambungnya.

Mengubah pola pikir dalam bidang industri, menurut Hanif, saat ini sangtlah perlu. Termasuk, dalam bidang tata busana. Di mana ini tak cuma soal jabatan saja, tapi juga karya-karyanya nanti. Mengingat trennya dari waktu ke waktu selalu mengalami perubahan yang dinamis.

Sementara, kehadiran BLK yang bahkan difasilitasi macam ini, dirasa bakal sangat mendukung untuk ke sana. Sampai sekarang, ada 19 BLK yang berada dibawahi Kemenaker. “Nggak ada seleksi khusus untuk ikut pelatihan. Kalau BLK kan nggak peduli umur, nggak peduli pendidikan. Kalau mereka butuh kan tinggal dateng, kita latih, free,” tutupnya.

Editor : Sari Hardiyanto

Reporter : Tunggul Kumoro


Close Ads
Menaker Resmikan Studio Fashion di Semarang