alexametrics

Hati-hati, Spesialis Copet Berkeliaran di Mal

25 November 2018, 15:45:35 WIB

JawaPos.com – Peringatan bagi anda para perempuan yang suka berbelanja di mal. Mulai sekarang harus berhati-hati dengan barang bawaan, meskipun didalam mal sudah ada petugas security. Jangan sampai apa yang dialami Farida, warga asal Ponorogo ini menimpa anda. Ketika sedang asyik berbelanja, ponsel miliknya diambil oleh pencopet. Ironisnya, pencopet merupakan seorang perempuan paruh baya.

Wakapolres Malang Kota Kompol Bambang Christanto Utomo mengatakan, peristiwa itu terjadi pada 6 November lalu. Awalnya, Farida yang bekerja sebagai dosen di Kota Malang itu tengah berbelanja di Matahari Departement Store Mitra, Jalan KH Agus Salim, Kota Malang.

Namun, ketika akan mengambil handphone (HP) di tas, dirinya tidak mendapati barang miliknya tersebut. Bahkan, tasnya juga sudah dalam keadaan terbuka. Mengetahui hal itu, Farida pun melapor ke bagian keamanan mal. 

“Ini adalah kasus pencopetan. Korban masuk ke mal dan tidak menyadari dipepet oleh SP (pelaku,Red). Tas korban sempat dibuka, dan handphone-nya diambil,” ujar Bambang.

Bambang menerangkan, usai melapor ke bagian keamanan mal, Farida pun melihat rekaman kamera pengawas (CCTV) dan terlihat aksi SP mengubek-ubek tas hitamnya. “Pihak kemananan melapor, selanjutnya anggota Polsek Klojen langsung menuju tempat kejadian perkara, meminta keterangan dan mencocokkan ciri-ciri pelaku,” papar mantan Wakapolres Kediri Kota itu. 

Selanjutnya, dari CCTV juga didapati bahwa tersangka masih berkeliaran di mal tersebut. Tak lama kemudian, tersangka langsung diamankan bersama barang bukti. Pelaku diketahui merupakan warga Kelurahan Pacar Keling, Kecamatan Tambak Sari, Kota Surabaya. 

Bambang mengungkapkan, SP merupakan spesialis copet di dalam mal. Berdasarkan laporan, perempuan 54 tahun itu bukan kali pertama melakukan tindak kejahatan. Bahkan dari data kepolisian, SP sudah berulang kali masuk penjara akibat kasus serupa.

“Tersangka ini adalah residivis kasus copet, tiga kali. Dalam sebulan, kurang lebih tiga kali dia melakukan aksi kejahatan di wilayah Kota Malang,” jelasnya. Bahkan, lanjut dia, tersangka sengaja datang ke Malang untuk mencopet. 

Pada saat melakukan aksinya, pelaku bertindak sendirian. Namun, pihaknya saat ini masih terus mengembangkan kasus tersebut. Bambang mengatakan, pelaku nekat melakukan tindakan tersebut karena desakan ekonomi. “Alasannya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” imbuhnya. 

Akibat perbuatannya, SP dikenai Pasal 362 KUHP dengan ancaman hukuman penjara maksimal 5 tahun.

Editor : Sari Hardiyanto

Reporter : (fis/JPC)

Saksikan video menarik berikut ini:

Hati-hati, Spesialis Copet Berkeliaran di Mal