JawaPos Radar | Iklan Jitu

GTT di Daerah Ini Masih Ada Yang Digaji Rp 50 Ribu

25 November 2017, 14:55:08 WIB | Editor: Sofyan Cahyono
Guru Honorer
Guru: Gaji GTT di Kabupaten Malang masih rendah, hanya sekitar Rp 50 ribu hingga Rp 400 ribu. (Tika Hapsari/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Hari Guru Nasional diperingati setiap 25 November. Namun, peringatan itu tidak menjamin kehidupan pahlawan tanpa tanda jasa. Buktinya, masih ada bahkan banyak guru yang gajinya jauh di bawah upah minimum kota (UMK).

Contohnya di Kabupaten Malang, Jawa Timur. Upah untuk guru tidak tetap (GTT) sangat rendah. Hal tersebut diakui oleh Bupati Malang Rendra Kresna. "Kesejahteraan (GTT) memang masih rendah. Sebulan ada yang hanya digaji Rp 50 ribu, Rp 200 ribu dan paling banyak Rp 400 ribu. Itu kan masih rendah," kata Rendra saat ditemui di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Sabtu (25/11).

Kesejahteraan guru menjadi salah satu perhatian dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang. Namun demikian, hal itu bukan menjadi satu-satunya prioritas. Banyak aspek yang ditangani oleh pemerintah, terutama untuk urusan infrastruktur. Apalagi saat ini infrastruktur Indonesia masih ketinggalan jauh dengan negara lain.

"Presiden Joko Widodo menginstruksikan agar pemda mendorong peningkatan infrastruktur. Tapi kesejahteraan guru juga menjadi salah satu perhatian kami," tegasnya.

Saat ini, Pemkab Malang memberikan intensif untuk GTT sebesar Rp 600 ribu. Angka ini rencananya akan dinaikkan menjadi Rp 1,5 juta. Namun harus dibahas melalui mekanisme pembahasan di Badan Anggaran (Banggar) DPRD baru bisa diputuskan. Saat ini, usulan ini masih dibahas. Setidaknya, akhir November mendatang hasilnya sudah keluar.

"Pemkab memberi intensif Rp 600 ribu, itu per tahun, bukan per bulan. Kalau per bulan hanya Rp 50 ribu. Sangat tidak layak, tapi keuangan kami terbatas," ucap Rendra.

(tik/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up