alexametrics

Wali Kota Kediri Ingatkan Pentingnya Jaga Toleransi Beragama

25 Oktober 2020, 22:09:30 WIB

JawaPos.com–Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar mengingatkan tentang pentingnya menjaga toleransi beragama demi menjaga keutuhan NKRI.
Jumlah penduduk saat ini sebanyak 287.409 jiwa dan saat siang sampai malam hari meningkat hingga 3 juta jiwa sehingga di Kota Kediri padat.

”Setelah kami breakdown ternyata jumlah penduduk berdasar agama yaitu Islam 207.714 jiwa, Katolik 6.360 jiwa, Protestan 16.446 jiwa, Hindu 221 jiwa, Budha 1.104 jiwa, dan lainnya 105 jiwa. Usia juga beragam. Kalau kita dalami lagi di Kota Kediri, mulai 1998 ada Paguyuban Antar umat Beragama. Di Kota Kediri ini memang harmonis,” kata Abdullah Abu Bakar seperti dilansir dari Antara di Kediri, Minggu (25/10).

FKUB Kota Kediri, lanjut dia, juga rutin mengadakan silaturahmi. Dalam pertemuan tersebut, diagendakan untuk berdiskusi. Bila ada suatu masalah yang terjadi bisa dicari solusinya. Selain dalam pertemuan tersebut, FKUB Kota Kediri juga melakukan kunjungan seperti saat perayaan Natal, perayaan Cap Go Meh, doa bersama saat hari jadi Kota Kediri, dan lainnya.

”Sekarang ini zamannya kolaborasi, jadi harus bersama-sama membangun kota. Karena yang bisa membuat majunya Kota Kediri itu ya warga Kota Kediri yang terdiri atas berbagai elemen. Kebersamaan ini harus kita jaga, rajut bersama-sama. Saya yakin semuanya akan indah dan berjalan dengan baik dan semuanya akan mendapat solusi. Ini kuncinya di Kota Kediri,” ujar Abdullah Abu Bakar.

Sementara itu, Ketua Komisariat Daerah Pemuda Katolik Provinsi Jawa Timur Agatha Retnosari mengatakan, penting untuk lebih fokus dan memberi arah serta bimbingan mengenai penggunaan teknologi untuk kaum muda, anak-anak, dan perempuan. ”Saya juga berpesan kepada semuanya untuk selalu manfaatkan jejaring yang sudah ada. Selalu bekerja sama dengan semua pihak agar bisa bersama-sama membangun kesejahteraan untuk warga Kota Kediri,” kata Agatha.

Ketua Komisariat Cabang Pemuda Katolik Kota Kediri Regina Suwono menambahkan, komunikasi dan juga inkulturisasi itu penting dalam gereja untuk bisa merangkul semua golongan. Namun hal tersebut juga bisa berlaku untuk semua agama. Selain itu, yang tidak kalah penting yaitu kaderisasi untuk meningkatkan sumber daya yang unggul. Dengan demikian akan meningkatkan kemampuan intelektual dan terutama akan meningkatkan toleransi.

”Pesan saya untuk anak-anak muda tidak boleh main aman. Anak muda itu punya karakteristik. anak muda itu memiliki idealis yang tinggi dan masih berapi-api. Kita harus berani menentukan sikap. Contohnya saat ada isu-isu yang sedang berkembang sebagai anak muda harus bisa menentukan sikap, apakah setuju atau sebaliknya disertai dengan alasan yang jelas,” kata Regina yang juga anggota DPRD Kota Kediri itu.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Latu Ratri Mubyarsah

Reporter : Antara



Close Ads