alexametrics

Tewas Dalam Lapas, Perkara Narkoba Daeng Ampu Dihentikan

25 Oktober 2018, 17:00:18 WIB

JawaPos.com– Proses hukum Akbar Daeng Ampu, terpidana pembakaran satu keluarga karena narkoba bakal berakhir. Penyidik Polrestabes Makassar mengisyaratkan untuk menghentikan perjalanan kasus pria yang tewas di dalam Lapas Kelas 1A Makassar tersebut.

Padahal, berkas perkara tahap awal dalam kasus ini telah masuk ditangan penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Makassar beberapa waktu lalu. Artinya, semestinya tak lama lagi jaksa memberikan petunjuk kepada polisi untuk melengkapi berkas perkara dalam proses tahap dua.

Kasatreskrim Polrestabes Makassar, Kompol Wirdhanto Hadicaksono mengatakan, pemberhentian kasus tersebut sesuai dengan pasal 109 KUHAP. Khusus untuk poin 3 berbunyi, penyidikan bisa dihentikan demi hukum apabila ada ada alasan-alasan hapusnya hak menuntut dan hilangnya hak menjalankan pidana. Salah satunya adalah karena meninggal dunia.

“Untuk berkas Akbar Ampuh dihentikan demi hukum sesuai pasal 109 KUHAP,” ujar Wirdhanto, saat memberikan keterangan kepada sejumlah awak media di Makassar, Kamis (25/10).

Warga kecamatan Tamalate kota Makassar, itu merupakan otak utama dalam kasus pembakaran satu keluarga di Jalan Tinumbu, kecamatan Tallo, Makassar. Pembunuhan berencana itu dilatarbelakangi karena utang besar narkoba. Di dalam Lapas, Daeng Ampu ditempatkan di ruang isolasi blok tindak pidana korupsi (Tipikor) bersama Irwan Lili, rekannya dalam kasus yang sama. Daeng Ampu tewas dengan kondisi tangan dan kaki dirantai. 

Disebutkan, Daeng Ampu bunuh diri menggunakan rantai borgol dengan cara melilitkan benda itu ke lehernya.”Selain melilitkan rantai borgol di leher dan kemudian menekan dengan menggunakan kaki sehingga patahnya tulang leher bagian belakang,” tambah Wirdhanto. 

Terpisah, Kejari Makassar melalui jaksa Tabrani mengaku, pihaknya sementara melakukan penelitian terhadap berkas perkara tahap awal Daeng Ampu sejak pekan sebelumnya. Namun, belakangan, setelah mengetahui tersangka otak pelaku itu tewas, tak lama kemudian menyusul surat pemberitahuan penghentian penyidikan (SP3) dari Polrestabes.

“Itu juga sudah dilampirkan bukti kematiannya. Jadi gugurnya penuntutan karena si tersangka sudah meninggal dunia,” kata Tabrani.

Sementara untuk dua tersangka lainnya yang merupakan eksekutor pembakaran, Andi Muhammad Ilham alias Ilho dan Zulkifli Amir alias Ramma, penelitian berkas tahap awalnya lanjut Tabrani tetap dilanjutkan. Dalam kasus itu, keduanya berperan sebagai eksekutor pembakaran atas perintah Daeng Ampu dari dalam Lapas. 

“Kalau dua tersangka pembakaran Ramma dan Ilho itu masih proses penelitian. Insya Allah kalau tidak ada halangan penelitian, pertengahan bulan November itu bisa tahap dua. Berkas perkaranya ada sedikit kekurangan yang tidak terlalu detail tapi kami berkoordinasi dengan penyidik,” pungkasnya.

Editor : Dida Tenola

Reporter : (rul/JPC)



Close Ads
Tewas Dalam Lapas, Perkara Narkoba Daeng Ampu Dihentikan