alexametrics

Begini Cara Transaksi Narkoba di Yogyakarta

25 Oktober 2017, 23:14:54 WIB

Jawapos.com – Setiap narkoba yang masuk ke wilayah Daerah Istimewa Yogjakarta (DIY) sementara ini diketahui berasal dari pengedar besar berinisial BOB alias ALF (48), warga asal Cilacap, Jawa Tengah, yang telah ditembak mati Rabu pagi (25/10). Dalam bertransaksi, ia dibantu oleh kurir-kurir kecil.

Kepala Bidang Pemberantasan, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DIY, AKBP Mujiyana mengatakan dalam transaksi itu dilakukan via telepon. Pemakai menghubungi pengedar besar itu. “Umpamanya saya kurir. Ada orang pesan atau tidak ada, tugas kurir itu menyebar (barang pesanan) ke jalan-jalan,” katanya, Rabu (25/10).

Setelah ada komunikasi antara pemakai dengan pengedar besar, kurir membungkus sabu. Menggunakan sedotan makanan cepat saji. Dipotong kecil, dimasukkan barang haram itu kemudian dibakar tepinya agar air tak bisa masuk. Lalu, pesanan itu diletakkan ke tempat-tempat seperti di bawah tiang rambu lalu lintas, ditanam di bawah batu, atau di bawah jembatan.

“Hey, kamu di mana? Saya pesan satu gram. Mereka paham, kamu di Jalan Magelang, kamu ambil di Jembatan Layang,” katanya, mencontohkan cara transaksi.

Fakta tersebut didapat setelah petugas berhasil mengamankan beberapa kurir. Mereka berinisial AS dan S yang tinggal di Wonosari asal Subang, Jawa Barat. IS warga Yogyakarta. Kemudian, R, MR, dan FT, warga Magelang, Jawa Tengah.

Narkoba yang dipesan pemakai itu, diambil dari Jakarta oleh enam kurir tersebut. Barang haram tersebut, berasal dari BOB yang didapatkannya dari Aceh.

Kepala BNNP DIY, Brigjen Pol Tri Warno Atmojo menambahkan lebih baik mereka yang sudah pernah memakai, mencoba-coba, atau saat ini masih menjadi pemakai untuk segera melapor. “Pasti perlakuannya berbeda dibanding ketika mereka tertangkap,” ucapnya.

Sebelumnya diketahui, BOB merupakan pengedar besar narkoba lintas provinsi. Ia merupakan residivis dan pernah dipenjara dengan vonis seumur hidup pada 2000 lalu di Pengadilan Negeri (PN) Yogyakarta. Namun, mendapat grasi dari Presiden dan bebas pada 2013 silam.

Ia ditembak mati di daerah Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman pada Rabu (25/10) karena mencoba melarikan diri. Petugas terpaksa melakukannya karena sudah diberi tiga kali tembakan peringatan, namun tak digubris. (dho/JPC)

Caption foto:

Editor : admin

Reporter : (dho/ce1/JPC)


Close Ads
Begini Cara Transaksi Narkoba di Yogyakarta