JawaPos Radar

Optimalkan Smelter, PT WHW AR Dukung Proyek Strategis Nasional

25/09/2018, 23:35 WIB | Editor: Imam Solehudin
PT WHW
Karyawan sedang melaksanakan tugas di Terminal Khusus milik PT WHW AR, Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat, Selasa (25/9) (Ist/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat merupakan salah satu dari sejumlah provinsi di Indonesia yang menjadi sasaran Proyek Strategis Nasional (PSN). PSN sendiri adalah upaya pemerintah dalam rangka peningkatan pertumbuhan ekonomi melalui pengembangan infrastruktur di Indonesia.

Bupati Ketapang Martin Rantan mengajak masyarakat ikut serta dalam menyukseskan program pemerintah ini. Menurutnya, PSN akan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kalimantan Barat, khususnya di Kabupaten Ketapang.

“Ini yang harus kita dukung,” ujar Bupati Ketapang Martin Rantan, melalui keterangannya, Selasa (25/9).

Ada sejumlah proyek strategis nasional yang ditargetkan pemerintah pusat di Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat. Diantaranya yaitu PT Well Harvest Winning Alumina Refinery (WHW AR), PT Ketapang Bangun Sarana (Hangzhou Jinjiang Group), PT Ketapang Ecology and Agriculture Forestry Industry Park dan relokasi Bandara Rahadi Oesman Ketapang.

PT WHW AR adalah perusahaan pengolahan dan pemurnian bijih bauksit menjadi alumina yang menghasilkan Smelter Grade Alumina berkadar ≥98,6 persen, dengan kapasitas produksi 1 juta ton per tahun.

Smelter SGA PT WHW AR sendiri adalah salah satu dari 6 smelter yang masuk dalam Proyek Strategis Nasional Presiden Jokowi. Tujuan pembangunan smelter ini yaitu agar Indonesia tidak lagi mengekspor produk mineral dalam bentuk bahan mentah tetapi sudah menjadi barang setengah jadi.

“Nah sekarang soal PT WHW AR, mengapa harus kita dukung? Saat WHW AR berinvestasi di Kabupaten Ketapang, ketika itu banyak orang yang berubah kehidupan dari yang dulunya mungkin ekonominya lemah akhirnya menjadi baik,” kata Martin.

"Selain itu, banyak karyawan yang bekerja. Jadi kehadiran PT WHW AR ini harus kita dukung. Bukan untuk biaya, bukan untuk Kepala Dinas, bukan untuk Pak Camat, tapi untuk rakyat," tambahnya.

Dia berharap agar beroperasinya pabrik dengan ijin lokasi seluas 1.500 hektar ini bisa memberikan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat setempat. Serta berkontribusi bagi Pendapatan Asli Daerah Kalbar, khususnya Kabupaten Ketapang.

Direktur PT WHW AR, Stevi Thomas mengatakan bahwa pabrik SGA PT WHW AR di Ketapang telah berhasil mengolah bahan mentah menjadi produk ekspor yang memiliki nilai tambah.

"Bahan baku yang berasal dari tambang bauksit di Provinsi Kalimantan Barat diolah menjadi produk setengah jadi oleh pabrik SGA PT WHW AR untuk diekspor ke manca negara," katanya.

Menurutnya, hal ini sudah sesuai dengan kebijakan pemerintah. "Kami berharap dengan adanya keberadaan PT WHW AR dapat mendukung pemerintah khususnya dalam meningkatkan perekonomian Indonesia," pungkasnya. 

(mam/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up