JawaPos Radar | Iklan Jitu

Jalan Panjang Kasus Novel Baswedan yang Akhirnya 'Diikhlaskan'

25 September 2018, 05:45:59 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Novel Baswedan
Penyidik senior KPK Novel Baswedan usai menjalani operasi mata tahap akhir di Singapura beberapa waktu lalu. (Muhammad Ali/Jawa Pos)
Share this

JawaPos.com - Novel Baswedan, salah seorang penyidik senior di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya mengungkapkan keikhlasannya mengenai kasus yang menimpanya pada 11 Maret 2017 silam. Yaitu saat dirinya disiram air keras dan mengenai wajahnya serta meninggalkan bekas luka yang tak bisa dihapus.

Saat dirinya menjadi salah satu pembicara dalam diskusi 'Generasi Muda Antikorupsi dengan tema Pelopor Perubahan Bangsa di Era Milenial' di Universitas Atma Jaya Jogjakarta baru-baru ini, Novel Baswedan menegaskan tidak mempermasalahkan apabila kasusnya tak diungkap. Namun ia mempunyai harapan besar, kasus serupa berupa ancaman atau teror yang dialami rekan-rekannya di KPK bisa ditangani.

"Enggak usah perkara saya, itu banyak kok kejadian. Apakah kita menghendaki bahwa ke depan orang-orang yang memberantas korupsi itu akan takut, kan tidak. Kalau saya, saya jamin deh kalau diancam terus saya beranilah. Cuma kan tidak semuanya begitu," katanya.

Novel Baswedan
Novel Baswedan di sela Diskusi Generasi Muda Antikorupsi dengan tema Pelopor Perubahan Bangsa di Era Milenial di Universitas Atma Jaya Jogjakarta baru-baru ini. (Ridho Hidayat/JawaPos.com)

Meski merasa tidak pernah takut dengan teror dan ancaman, Novel memaparkan banyaknya ancaman yang diterimanya saat menjadi penyidik KPK. Bahkan tak terhitung jumlah ancaman dan teror yang dialamatkan kepadanya selama ini. Saking banyaknya teror yang dihadapi, ia pun sampai bosan.

Untuk diketahui, kariernya sebagai penyidik KPK dimulai pada 2007 silam, kemudian diangkat menjadi penyidik tetap pada 2014. Dirinya banyak menangani kasus-kasus besar korupsi. Seperti Bendahara Umum Partai Demokrat, M Nazaruddin, kemudian juga Angelina Sondakh yang terkena kasus wisma atlet. Ia juga pernah menangani kasus jual beli perkara Pemilukada dengan melibatkan mantan ketua MK Akil Mochtar.

Bahkan, ia berani melakukan penggeledahan Korlantas dan memeriksa mantan Kakorlatas Polri Irjen Djoko Susilo. Dalam perjalanan kariernya sebagai penyidik di KPK pun pernah dipermasalahkan. Ia ditangkap oleh kepolisian pada 2015. Karena mencuat kasus lama saat dirinya bertugas di Polres Bengkulu, berupa penembakan terhadap tersangka pencurian sarang walet.

Namun puncaknya pada Selasa, 11 Maret 2017 silam. Ketika dirinya pulang dari masjid Jami Al-Ihsan RT 3/10, Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Ia disiram air keras yang mengenai wajahnya oleh orang tak dikenal.

Akibatnya, Novel Baswedan mengalami bengkak di kelopak mata bagian bawah kiri serta di dahinya. Ia menjalani perawatan di Rumah Sakit Mitra Keluarga, lalu dipindahkan ke Jakarta Eye Center (JEC).
Setelah sembuh, ia pun kembali aktif menjadi penyidik di KPK.

"Udah deh kalau perkara saya ini nggak mau diungkap gak papa. Terserah, saya kan juga sudah maafkan kan," kata Novel.

(dho/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up