JawaPos Radar

Diduga Digigit Babi, Pria Ini Tewas di Kebun

25/09/2017, 07:28 WIB | Editor: Muhammad Syadri
Diduga Digigit Babi, Pria Ini Tewas di Kebun
Ilustrasi (doc Jawa Pos.com)
Share this

JawaPos.com - Seorang pria paruh baya ditemukan tak bernyawa di kebunnya yang terletak di jalan Kadamber Fakfak tak jauh dari Bandara Torea. Lelaki tua dengan tubuh yang kurus keriput dan sebagian rambut memutih yang diketahui bernama Yance yang berusia 60-an tahun itu, diduga tewas akibat digigit babi di kebunnya.

Saat ditemukan Jumat (22/9) sekitar pukul 07.00 WIT, korban dalam posisi telentang di tanah. Jasadnya yang kaku dikerubungi semut. Korban ditemukan keluarga yang saat itu sedang mencari keberadaan korban yang siang hari sebelumnya pergi ke kebun yang terletak sekitar 4 Km dari rumahnya.

Salah seorang keluarga korban, Dance K yang ditemui Radar Sorong (Jawa Pos Group) di rumah duka mengatakan, korban pada Kamis (21/9) siang, pergi ke kebunnya yang terletak sekitar 4 Km. Korban sendirian pergi ke kebun dengan maksud untuk melihat hasil kebun, juga untuk mengecek jeratan babi yang dipasang beberapa hari sebelumnya.

Hingga malam hari, korban tak kunjung pulang ke rumah. Keluarga memutuskan untuk pergi ke kebun mencari korban, namun pencarian malam hari itu tidak membuahkan hasil sehingga pihak keluarga memutuskan pulang ke rumah.

Pada Jumat (22/9) sekitar pukul 05.00 WIT, 6 orang keluarga korban memutuskan kembali ke kebun untuk mencari keberadaan korban. Sekitar pukul 07.00 WIT, korban ditemukan tak bernyawa lagi. Pertama kali ditemukan, korban terbaring telentang di tanah dalam keadaan bersimbah darah yang keluar dari beberapa luka di bagian betis kiri dan kanan.

Menurut Dance, kematian korban diduga akibat gigitan babi yang lepas dari jerat, sehingga babi ganas itu menggigit kedua betis kaki korban hingga urat kaki putus. Korban tewas diduga karena kehabisan darah.

Kematian Dance yang ditemukan tak bernyawa di kebunnya akibat gigitan babi, membuat istri dan anak perempuannya tak kuasa menahan tangis sedih. Kepergian korban yang tak disangka-sangka itu meninggalkan seorang istri dan 2 orang anak. Jenasah korban disemayamkan di rumah duka Kapartutin Atas sambil menunggu kedatangan anak lelakinya yang sedang kuliah di Jayapura.

(sad/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up