alexametrics

Klenteng Eng An Kiong Bagikan 7 Ribu Paket Sembako

25 Agustus 2018, 10:56:01 WIB

JawaPos.com – Ribuan warga memadati halaman Klenteng Eng An Kiong di Jalan Martadinata, Kotalama, Kedungkandang, Kota Malang, Sabtu (25/8) pagi. Mereka mengantre untuk mendapatkan paket sembako dalam acara sedekah bumi yang rutin digelar klenteng berusia 193 tahun itu.

Sebelum memulai pembagian sembako, ribuan warga mengantre di halaman. Mulai dari anak kecil hingga orang tua. Selanjutnya pada pukul 09.00 WIB, gerbang klenteng dibuka. Warga kemudian berdesak-desakan untuk menerima paket sembako.

Humas Yayasan Klenteng Eng An Kiong Bonsu Anton Triyono mengatakan, sedekah bumi merupakan kegiatan sembahyang ke leluhur. Tradisi asal Tingkok itu rutin digelar setiap bulan 7 tanggal 15 bulan Lunar. “Di Tiongkok, pada bulan itu terjadi paceklik hebat. Kami selalu berdoa agar bumi tidak terjadi paceklik,” ujarnya di sela-sela kegiatan.

Sembako
SEDEKAH BUMI: Warga Kota Malang mengantre mendapatkan paket sembako dari acara sedekah bumi yang digelar Klenteng Eng An Kiong, Sabtu (25/8). (Fisca Tanjung/JawaPos.com)

Anton menyampaikan, tradisi sedekah bumi sudah dilaksanakan di Klenteng Eng An Kiong sejak 193 tahun lalu. Atau sejak berdirinya klenteng. Tahun ini, ada 7.000 paket sembako yang dibagikan. Jumlah tersebut sesuai dengan apa yang disumbangkan masyarakat. “Isinya beras dan mie bihun,” ungkapnya.

Anton berharap setiap tahun jumlah penerima bisa semakin berkurang. “Berharap penerima berkurang, (artinya pemerintah) berhasil mengentaskan kemiskinan,” terangnya.

Selain pembagian sembako, pada akhir acara juga dilakukan pembakaran patung Botoo setinggi kurang lebih 5 meter. “Patung ini simbolik kejahatan, hal negatif, makanya dibelenggu agar tidak ganggu acara. Nanti setelah acara dibakar di halaman klenteng,” beber Anton.

Sementara itu, Plt Wali Kota Malang Sutiaji mengatakan, kegiatan sedekah bumi merupakan kepedulian yayasan dari dulu. Namun dia meminta agar penerima tidak bertambah.

“Yang daftar jangan bertambah, kalau tambah indikasi kemiskinan bertambah. Tapi kalau jumlah paketnya ditambah tidak apa-apa. Artinya mengabdi kepada Tuhan semakin hari semakin banyak,” tutur Sutiaji.

Salah satu penerima sembako, Mariyai, 55, mengaku baru pertama kali ikut serta dalam kegiatan ini. “Baru pertama ini. Tadi dikasih tahu anak majikan saya,” cetus warga Jalan LA Sucipto itu.

Editor : Sofyan Cahyono

Reporter : (fis/JPC)

Klenteng Eng An Kiong Bagikan 7 Ribu Paket Sembako