Bersitegang, Massa Pro Deklarasi Datang Menjemput Neno ke Bandara

25/08/2018, 19:52 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Tokoh pemuda masyarakat setempat datang menjemput Neno Warisman, pada Sabtu (25/8). (Virda Elisya/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com – Setelah sempat tertahan di bandara dan mobilnya dilempari oleh massa yang menolak kegiatan deklarasi #2019GantiPresiden, massa dari kubu pro deklarasi akhirnya bergerak dan menjemput Neno Warisman dari pintu keluar gerbang Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Riau, pada Sabtu (25/8) sore. Sementara itu, massa yang menolak kedatangan Neno, pergi meninggalkan lokasi.

Tokoh pemuda masyarakat Riau, Budi Febradi mengatakan, kedatangan mereka ke bandara untuk menjemput Neno Warisman. "Jika orang datang elok-elok (baik-baik) biarlah," ucapnya.

Ia pun mengatakan kedatangan massa Neno untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak mencontohkan akhlak orang Melayu. 

"Kita imbau ini bumi melayu. Kemarin sudah diimbau oleh Datuk Sri Azhar dan Syahril Abu Bakar. Mereka sudah memberi nasihat kepada semua unsur agar menjaga Riau ini, kalau dia masih ingin mencari makan dan hidup di Riau ini," tegas Budi kepada wartawan, Sabtu (25/8) petang.

Lebih lanjut Budi mengatakan, dengan adanya aksi penolakan itu, massa dari 12 kabupaten di Riau telah menghubunginya. "Akan mengerahkan massa yang lebih besar. Karena saya sudah dikontak dari 12 kabupaten di Riau mereka sedang bergerak menuju Pekanbaru," jelasnya.

Salah satu massa yang telah bergerak menuju Pekanbaru dari Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil). Massa itu diperkirakan sekitar 720 orang. "Mereka sudah di Rengat. Inilah yang saya antisipasi, karena kalau mereka datang kesini nanti pasti bakal kemana-mana," tuturnya.

Hingga kini, Neno Warisman dan rombongan belum diperbolehkan keluar dari gerbang Bandara. Massa pendukung Neno pun hingga kini masih bertahan di lokasi. 

(ica/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi