JawaPos Radar

Tinjau Ke Sembalun, BPK Optimis Swasembada Bawang Putih Tercapai

25/07/2018, 06:00 WIB | Editor: Imam Solehudin
Suwandi
Dirjen Hortikultura, Suwandi ketika meninjau lahan hortikultura di Sembalun, Lomnbok Tengah, NTB (Ist/Jawapos.com)
Share this image

JawaPos.com - Kawasan Sembalun di Lombok Tengah, NTB, memiliki sejarah panjang sebagai produsen bawang putih nasional. Namun seiring membanjirnya impor, para petani bawang putih di sana sempat tersisa sekitar 10 persen.

Namun, pasca kebijakan wajib tanam 5 persen oleh importir, kini petani yang menanam kembali tumbuh hingga 45 persen. Anggota Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK), Rizal Jalil mengapresiasi hal ini.

Rizal optimis program swasembada bawang putih pada 2021 bisa terealisasi. “Saya tahu semangat pak Menteri, saya pikir tidak perlu menunggu swasembada 2021. Saya apresiasi dan mendukung. Bisa lebih cepat. Asalkan extra kerja keras. All out” terangnya saat meninjau ke Sembalun, kemarin.

Menjawab permasalahan di Sembalun, Rizal berjanji akan menghubungi pihak terkait sesegera mungkin. “Saya akan minta PU untuk identifikasi titik air dan dibuatkan embung sebanyak yang dibutuhkan. Saya minta minggu depan urusan air sudah clear” tegasnya.

Rizal juga mengingatkan kebijakan dan izin impor haruslah selektif. Dia berjanji akan membantu dengan langkah konkret.

"Sembalun memiliki potensi lahan 4000 hektar dan potensi luas tanam 7000 hektar setahun. Sampai saat ini baru 2000 hektar yang ditanami bawang putih," ungkapnya.

Kepala Dinas Pertanian Lombok Timur, Zaini menyampaikan harapannya akan menambah
luas tanam dan produksi, seiring dengan adanya wajib tanam oleh importir di Sembalun.
“Sampai saat ini terdapat 14 importir masuk dan bermitra di sembalun. Total wajib tanam mencapai 2700 hektar. Sudah banyak yang panen dengan hasil cukup baik,” terangnya.

Dirjen Hortikultura Suwandi kembali mengingatkan agar kedua belah pihak menjaga komitmen, yakni berproduksi dengan maksimal.

“Saya harap kerjasama ini dapat terus berlanjut, karena nilai investasi yang dikeluarkan cukup tinggi. Komitmen pemerintah jelas, kami akan tutup keran impor bawang putih tahun 2021,” tegasnya.

Dalam program Swasembada Bawang Putih 2021, Kementerian Pertanian 2018 mengalokasikan bantuan kawasan bawang putih seluas 5.943 hektar lebih. Bentuknya bantuan benih, pupuk dan sarana produksi pendukung lainnya.

"Sedangkan, tahun ini diperkirakan 7.400 hektar akan ditanam importir kerjasama dengan kelompok tani. Target luas tanam untuk mencapai swasembada bawang putih pada 2021 seluas 80.000 hektar," pungkasnya.

(ika/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up