JawaPos Radar

Tega! Gufron Ngaku Sayat Wajah Istri Agar Tak Cantik Lagi

25/07/2018, 07:48 WIB | Editor: Yusuf Asyari
Tega! Gufron Ngaku Sayat Wajah Istri Agar Tak Cantik Lagi
Tersangka, Muhamad Gufron meminta maaf kepada istrinya karena telah berbuat jahat. (Tika Hapsari/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Muhammad Gufron, 43, harus meringkuk di balik jeruji Polres Malang. Pasalnya, pedagang pulsa ini tega menyayat wajah cantik istrinya, Ana Nur Rahmawati, 27. Motifnya pelaku cemburu buta.

Warga Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang itu melukai wajah istrinya dengan pisau dapur usai cekcok. Pelaku marah istrinya tidak pulang selama beberapa waktu. Ketika diajak pulang, Ana menolak.

Ana menderita luka sayat di wajah, leher, alis kanan, hidung, dahi, dan dagu sebelah kiri. Luka-luka di wajahnya didapatkan karena ulah brutal suaminya, Gufron.

Selain itu, ibu satu anak ini juga menderita luka robek pada bagian jari manis sebelah kanan. Kejadian ini terjadi Minggu (15/7).

Di hadapan penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA), Gufron mengeluarkan pernyataan yang mengejutkan. Dia mengaku tega melakukan hal itu agar wajah istrinya tidak cantik lagi.

Karena, menurut dia, dengan kecantikan wajah istrinya membuat pedagang jeruk di pasar itu berselingkuh. Selain itu, Ana diduga juga dekat dengan beberapa orang di media sosial Facebook.

"Saya bilang ke istri saya, ini (wajah cantik) yang buat kamu sombong, sampai melakukan hal ini (selingkuh) dengan orang lain," kata dia, di hadapan penyidik Polres Malang, Selasa (24/7).

Gufron menambahkan, dia banyak menemukan orang-orang yang mendekati istrinya. Kebanyakan dari media sosial Facebook.

Dia mengaku kerap cemburu karena istrinya dekat dengan banyak orang. Selain itu, di akun Facebook juga menggunakan nama Nona. Gufron mengartikan hal itu sebagai isyarat bahwa istrinya ini berlagak single.

"Dia kan cantik, jadi berlaku seperti belum punya suami. Banyak komentar di Facebook yang berupaya mendekati dia. Kemudian saya komentar bahwa saya ini suaminya," kisahnya.

Api cemburu Gufron semakin menyala hebat. Pasalnya, dia mengaku pernah menemukan chatting bernada mesra di aplikasi WhatsApp milik istrinya. Dia semakin marah hingga akhirnya cekcok. Terlebih, waktu itu usahanya sedang merosot, sehingga Gufron merasa stres. Ditambah pula istrinya memilih pulang ke rumah ibunya, di desa tetangga. "Saya ajak pulang, nggak mau," kata dia.

Sementara itu, Kanit UPPA Polres Malang Ipda Yulistiana Sri Iriani menjelaskan, tersangka terlibat cekcok dengan istrinya karena merasa cemburu hingga berujung penganiayaan.

Ketika menjemput istrinya di rumah mertua, Umi Farida, keduanya terlibat pertengkaran karena Ana tidak mau diajak pulang. Korban lari ke dapur kemudian dikejar oleh tersangka. Saat itu, Umi tengah menyetrika. Kabel setrika dicabut tersangka dan berupaya untuk digunakan melukai Ana. Namun, dihalangi oleh Umi.

Marah, akhirnya Gufron melempar setrika kepada Umi. Dia kemudian ganti mengejar Ana yang lari ke rumah saudaranya. Begitu bisa mendekati Ana, Gufron mengambil pisau dapur yang ada di dekat dia dan menyabetkan ke wajah cantik ibu muda itu.

"Alasannya tersangka emosi karena curiga korban punya simpanan. Bilangnya ada di WA tapi nggak bisa buktikan. Keduanya lantas cekcok," kata Yulis, Selasa (24/7).

Atas perbuatan tersangka, kata Yulis, dikenakan dengan pasal 44 ayat 2 UU 23 nomor 24 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga. "Ancaman hukumannya 10 tahun penjara dan denda Rp 30 juta," tegasnya.

(tik/ce1/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up