alexametrics

Pekan Depan, Bupati Malang Akan Digugat ke PTUN

25 Juli 2018, 11:22:56 WIB

JawaPos.com – Pencopotan Kepala SMPN 4 Kepanjen, Kabupaten Malang, berbuntut panjang. Bupati Malang Rendra Kresna kini terancam digugat ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Surabaya atas kebijakan tersebut.

Adapun pencobotan jabatan itu menimpa Suburiyanto. Dia lantas dimutasi menjadi guru biasa di SMPN 1 Kepanjen. Sebagai bentuk protes, somasi sudah dilayangkan kepada Bupati Malang.

Subur memberikan batas waktu tiga hari kepada Bupati Malang untuk membatalkan Surat Keputusan (SK) soal mutasi ke SMPN 1 Kepanjen. Bila melebihi batas waktu, pihak Subur melalui kuasa hukumnya, Hamka SH akan melayangkan gugatan ke PTUN.

Namun lebih dari waktu yang ditentukan sejak 18 Juli, gugatan belum juga dilayangkan. Hamka mengaku masih berada di Makasar. Ia pun bersikukuh akan memasukkan gugatan ke PTUN pada minggu depan. “Saya masih di Makasar. Jadi gugatan akan kami layangkan Senin,” kata Hamka kepada JawaPos.com, Rabu (25/7).

Sementara itu, Rendra Kresna maupun Kepala BKD Kabupaten Malang Nurman Ramdansyah tak gentar menghadapi gugatan yang akan dilayangkan pihak Subur. Mereka akan meladeni sekalipun sampai ke meja peradilan.

Sebelumnya, Nurman sudah mengingatkan agar Suburiyanto mengurungkan niatnya. Karena memindahkan seorang guru dari sekolah ke sekolah lain itu wewenang penuh kepala daerah. Tentunya setelah memperoleh berbagai pertimbangan, baik bari BKD maupun Inspektorat Daerah Kabupaten Malang.

“Akan kami lihat bagaimana langkah guru ini. Kalau sudah sampai di meja PTUN, ya akan kami ladeni. Hanya saya mengingatkan bahwa seorang ASN seperti guru terikat pada aturan-aturan dalam ranah Pegawai Negeri Sipil,” tegas Nurman.

Editor : Sofyan Cahyono

Reporter : (tik/JPC)



Close Ads
Pekan Depan, Bupati Malang Akan Digugat ke PTUN