alexametrics

Luas Kebakaran Hutan dan Lahan di Sumsel Meningkat pada 2022

25 Mei 2022, 06:29:45 WIB

JawaPos.com–Balai Pengendalian Perubahan Iklim Kebakaran Hutan Kementerian Lingkungan Hidup Wilayah Sumatera Selatan melaporkan, luas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di daerah itu meningkat pada 2022. Yakni mencapai 240 hektare.

Kepala Balai Pengendalian Perubahan Iklim Kebakaran Hutan Kementerian Lingkungan Hidup (BPPKIHL) Wilayah Sumatera Selatan Ferdian Kristanto mengatakan, pada Januari–April, luas Karhutla di Sumsel mencapai 240 hektare atau meningkat dibanding pada 2021 yaitu hanya seluas 16 ha.

Menurut dia, berdasar data yang dihimpun luas kebakaran hutan dan lahan itu tersebar di tiga kabupaten. Yakni 83 hektare  di Kabupaten Musi Rawas Utara, Kabupaten Ogan Komering Ulu seluas 83 ha, dan selebihnya atau beberapa titik di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (Pali).

”Jika melihat luasan Karhutla ini, KLHK mendorong kolaborasi bersama BRIN, TNI, dan mitra lain untuk dapat mensukseskan program TMC (Teknologi Modifikasi Cuaca) tahun ini yang berlangsung 15 hari ke depan,” terang Ferdian Kristanto.

Hal tersebut, lanjut dia, merujuk pada April lalu KLHK dan perusahaan RAPP sudah melaksanakan TMC di wilayah Riau selama 15 hari dengan hasil peningkatan 15 persen curah hujan sebagai upaya pencegahan Karhutla.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Selatan Iriansyah menjelaskan, program TMC sangat dibutuhkan untuk membasahi lahan gambut yang sangat luas di daerah itu. Hal tersebut untuk meminimalisir potensi kebakaran seiring memasuki musik kemarau.

BPBD Sumsel mencatat pada Mei, sudah ada 316 titik panas. Jumlah itu memperlihatkan peningkatan. Sebab, pada bulan yang sama tahun kemarin terpantau sebanyak 139 titik panas.

”Ini merupakan sinyal kenaikan titik panas pada Mei–Juni–Juli dan puncaknya pada Agustus–September. Selain TMC kami pun sudah menyiagakan semua personel pemadaman di darat untuk memitigasi karhutla tahun ini di setiap wilayah,” ucap Iriansyah.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah

Reporter : Antara

Saksikan video menarik berikut ini:


Close Ads