alexametrics

Polresta Banjarmasin Amankan Sidang Tipikor Dikawal 1.000 GP Ansor

25 April 2022, 14:45:06 WIB

JawaPos.com–Polresta Banjarmasin mengamankan sidang perkara tindak pidana korupsi di Pengadilan Negeri Tipikor Banjarmasin yang dikawal 1.000 anggota Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) dan Banser Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi Kalimantan Selatan.

”Kami mengerahkan 300 personel dibantu Polda Kalsel untuk mengamankan jalannya persidangan hari ini (25/4),” kata Kapolresta Banjarmasin Kombespol Sabana A. Martosumito seperti dilansir dari Antara di Banjarmasin, Senin (25/4).

Dia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada massa dari Nahdlatul Ulama karena mampu bersama-sama menjaga situasi aman dan kondusif selama persidangan. Massa di luar gedung Tipikor Banjarmasin tertib dan tidak mengganggu lalu lintas pengguna jalan lain.

”Alhamdulillah, kerja sama yang baik untuk Banjarmasin aman dan damai ini,” tutur Sabana A. Martosumito.

Sabana menegaskan, pelayanan pengamanan massa tetap mengedepankan sikap ramah dan humanis sesuai perintah Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo melalui Kapolda Kalsel Irjen Pol Rikwanto. Terlebih pada bulan suci Ramadan saat ini, masyarakat diimbau agar saling menghargai kekhusyukan umat Islam yang menjalankan ibadah puasa.

Kehadiran seribu GP Ansor dan Banser Nahdlatul Ulama itu merupakan aksi solidaritas dan untuk memberikan dukungan moril terhadap Bendahara Umum PBNU Mardani H. Maming yang jadi saksi di persidangan terdakwa mantan Kepala Dinas ESDM Tanah Bumbu Raden Dwidjono Putrohadi Sutopo dalam kasus suap izin tambang di Tanah Bumbu.

Kesaksian Mardani dalam kapasitasnya sebagai mantan Bupati Tanah Bumbu ketika terdakwa sebagai anak buahnya menjabat Kepala Dinas ESDM Tanah Bumbu yang kini didakwa menerima suap disamarkan dalam bentuk utang dari mantan Dirut PT PCN alm Henry Soetio terkait dengan pengalihan izin usaha pertambangan.

Ketua Pengurus Wilayah GP Ansor Kalsel Teddy Suryana menyampaikan terima kasih kepada aparat kepolisian yang telah mengamankan persidangan hingga massa yang hadir juga bisa tertib. ”Polisi sangat humanis. Untuk keamanan persidangan, setiap orang yang masuk juga diperiksa agar tidak ada penyusup di luar barisan Nahdlatul Ulama,” ujar Teddy.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah

Reporter : Antara

Saksikan video menarik berikut ini: