alexametrics

Tangkal Radikalisme di Sekolah, Berikut Upaya Mendikbud

25 Maret 2019, 17:17:15 WIB

JawaPos.com – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengklaim telah bekerja sama dengan Kementerian Agama guna menangkal radikalisme atau intoleransi di sekolah. Bahkan, tidak hanya memasukkan pendidikan agama dalam kurikulum, melainkan juga termasuk Pancasila.

Hal itu diungkapkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy usai pembukaan pelatihan pengawas sekolah dalam mempromosikan toleransi dan multikulturalisme,
di P4TK Matematika Kemendikbud, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ), Senin (25/3).

“Saya kira Kementerian Agama sudah bekerja sama dengan Kemendikbud untuk menata kurikulum. Tidak hanya pendidikan agama saya kira. Termasuk Pancasila, kita sesuaikan, yang intinya ruh atau semangat dalam membangun semangat kebersamaan, toleransi, menjaga persaudaraan, persatuan kesatuan dan seterusnya,” katanya.

Dalam sambutannya di acara itu, ia juga mengatakan Indonesia memiliki modal menjadi negara besar dengan menjaga kerukunan dan keutuhan. Yakni kekuatan agama yang tak dimiliki oleh bangsa lain. “Saya kira (kekuatan agama) menjadi kekuatan yang sangat dahsyat. Semennya toleransi, dan ototnya kebhinekaan. Tanpa toleransi tidak ada kebhinekaan itu,” katanya.

Pendidikan agama dan guru agama di sekolah memang bukan tanggung jawab Kemendikbud, melainkan oleh Kementerian Agama. Namun dalam Undang-Undang, penanggung jawab utama adalah Kemdikbud.

Memang, lanjutnya, kurikulum pendidikan agama harus ditinjau secara radikal. Karena kurikulum pendidikan agama orientasinya serba pengetahuan. “Pengetahuannya itu, pelajaran agama yang dianut si anak itu paling benar, dan agama lain tidak benar. Ini lah yang membuat pandangan anak sejak dini itu menjadi sangat sempit,” katanya.

Pendidikan agama ini harus dimasuki semangat toleransi di dalam kurikulumnya. Anak dan cucu memang harus diyakinkan bahwa agama yang dianut benar. “Tetapi kita memberikan pemahaman kepada mereka, bahwa ada orang lain yakin agama yang dianut juga benar. Ini yang penting, tentu harus berani memulai,” pungkasnya.

Editor : Sari Hardiyanto

Reporter : Ridho Hidayat



Close Ads
Tangkal Radikalisme di Sekolah, Berikut Upaya Mendikbud