alexametrics

MRT Jangan Terpusat di Ibu Kota (4-Habis)

Oleh Darmaningtyas, Pengamat Transportasi
25 Maret 2019, 13:41:33 WIB

JawaPos.com – Patut disyukuri bahwa Jakarta sudah bisa memiliki transportasi modern. Ya, MRT Jakarta bisa dinikmati warga. Bahkan, moda transportasi masal tersebut akan terus dikembangkan.

Ke depan, secara bertahap, dibangun lagi sejumlah fase. Bahkan, dalam target, ada penambahan 231 km untuk MRT yang diselesaikan dengan anggaran Rp 571 triliun. Namun, dana untuk pembangunan integrasi moda transportasi di Jabodetabek Rp 571 triliun tersebut terlalu besar.

Seharusnya, menurut saya, dana sebesar itu sudah mampu membangun seluruh transportasi masal di Indonesia. Jadi, perkembangan kota tidak hanya memusat di ibu kota. Di Jabodetabek kan, sudah ada KRL, Transjakarta, bus, dan angkutan lainnya. MRT cukup sampai kota.

MRT Jangan Terpusat di Ibu Kota (4-Habis)
Warga saat mencoba MRT Jakarta sebelum resmi dibuka untuk umum pada Minggu (24/3) (HANUNG HAMBARA/JAWA POS)

Di Indonesia, tidak hanya Jakarta atau Jabodetabek yang membutuhkan infrastruktur yang bagus. Dengan anggaran Rp 571 triliun, kota-kota baru di luar Jawa bisa dibangun. Dengan begitu, masyarakat tidak memusat di Jakarta.

Menurut saya, solusi yang tepat untuk mengurangi kemacetan di Jabodetabek cukup memperbanyak angkutan umum berbasis bus. Untuk Jakarta, perlu ditambah fasilitas jalur pedestrian dan sepeda. Bukan dengan menambah rute MRT ke kota penyangga. Siapa yang mau menyubsidi? Ini saja sampai sekarang belum bisa diputuskan tarifnya, kok mau bangun sampai lima kota.

Sementara itu, Jakarta punya banyak uang. Kalau daerah lain, siapa yang menanggung subsidinya. Pemerintah pusat? Kalau pemerintah pusat mau membangun dan subsidi hanya di Jakarta kan, kasihan rakyat Indonesia lainnya.

Menurut saya, banyak daerah yang transportasinya masih buruk. Misalnya, Papua, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur. Akan lebih baik, uang tersebut diperuntukkan membangun daerah-daerah tersebut.

Sebenarnya, DKI bisa membangun transportasi masal sendiri. Sebab, masih ada sisa anggaran atau silpa di setiap APBD. Silpa lebih dari Rp 10 triliun bisa dipakai untuk membangun transportasi masal. Kalau hanya Transjakarta dan MRT, bisa. Saya berharap bikin program yang realistis.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : Muhtamimah



Close Ads
MRT Jangan Terpusat di Ibu Kota (4-Habis)