alexametrics

Integrasi dan Perpanjangan Rute MRT Jadi Tumpuan (2)

25 Maret 2019, 13:34:05 WIB

JawaPos.com – Rute transportasi masal modern moda raya terpadu (MRT) Jakarta akan diperpanjang hingga 231 kilometer. Perpanjangan rute itu merupakan salah satu proyek dalam proposal senilai Rp 571 triliun yang diajukan Gubernur DKI Anies Baswedan kepada Presiden Joko Widodo. Namun, PT MRT Jakarta menyatakan, pembiayaan itu nanti bisa berasal dari mana saja.

Sebagaimana diketahui, Gubernur DKI Anies Baswedan mengajukan proposal anggaran Rp 571 triliun kepada pemerintah pusat untuk membangun sistem integrasi transportasi Jabodetabek selama sepuluh tahun. Proposal itu telah disetujui Presiden Jokowi saat rapat terbatas di kantor presiden Selasa (19/3).

Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar mengatakan, saat ini, rute MRT Jakarta yang baru dibangun 16 kilometer dari Lebak Bulus sampai Bundaran Hotel Indonesia (HI). Rute akan dikembangkan menjadi 231 kilometer.

Integrasi dan Perpanjangan Rute MRT Jadi Tumpuan (2)
Kereta MRT diresmikan untuk umum pada Minggu (24/3). Setelah ini, jalur MRT akan dikembangkan 231 kilometer (DERY RIDWANSAH/JAWA POS)

Dia menjelaskan, konsep perpanjangan rute itu yang pertama adalah menuntaskan MRT koridor utara–selatan sekitar 26–30 kilometer. Selanjutnya, pihaknya membangun fase III. Yakni, MRT koridor timur–barat dari ujung Menteng sampai Kalideres sepanjang 31 kilometer. Ditargetkan, pembangunan itu rampung pada 2025 atau paling lambat 2026.

’’Kami juga akan membangun jalur kereta layang atau loopline. Itu ada dua, inner loopline dalam dan outer loopline di pinggiran. Totalnya 100 kilometer. Sisanya itu adalah jaringan pendukung MRT. Jadi, ada yang crossing line namanya atau diagonal line,’’ kata William Rabu (20/3).

Bukan hanya itu, William menyatakan, pihaknya juga akan menambah perpanjangan rute ke kota penyangga ibu kota. Yakni, Serpong dan Bintaro (Tangerang Selatan). Rute MRT Jakarta juga akan diperpanjang ke Balaraja (Kabupaten Tangerang) dan Cikarang. ’’Yang ke Tangerang Selatan sedang dalam proses feasibility study. April kami presentasikan konsepnya,’’ katanya setelah peresmian MRT fase I di Bundaran HI, Menteng, Jakarta Pusat, kemarin (24/3).

William menyampaikan, meskipun sudah masuk proyek Rp 571 triliun, dana pembangunan MRT bisa berasal dari berbagai macam. Baik APBN maupun pinjaman. Menurut dia, pinjaman dari pemerintah Jepang melalui Japan International Cooperation Agency (JICA) tetap dibutuhkan. ’’Iya, masih. JICA ini sudah berkomitmen masalah pendanaan dari 231 kilometer. Kami tinggal lihat,’’ katanya.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo mendorong agar proyek MRT fase III timur–barat dikerjakan paralel dengan proyek MRT fase II dari Bundaran HI menuju Kota tahun ini. Mantan Gubernur DKI itu berharap, dalam sepuluh tahun, ada 231 kilometer MRT yang diselesaikan dengan anggaran Rp 571 triliun.

’’Termasuk penataan ruang dan permukiman serta masalah berkaitan dengan drainase dalam kota,’’ kata Jokowi selepas meresmikan MRT fase I dan mencanangkan proyek MRT fase II kemarin (24/3).

Sebelumnya, Gubernur DKI Anies Baswedan menuturkan, anggaran tersebut dipergunakan untuk pembangunan transportasi masal yang belum tuntas. Rencananya, ada perpanjangan rel untuk kereta rangkaian listrik (KRL), moda raya terpadu (MRT), dan light rail transit (LRT).

’’Misalnya, kami akan membangun MRT yang sekarang baru 16 kilometer. Nanti dibangun 231 km. LRT lebih dari 120 km. Lalu, kereta api yang ada di bawah akan dinaikkan, itu muter 27 km,’’ terangnya di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : Muhtamimah



Close Ads
Integrasi dan Perpanjangan Rute MRT Jadi Tumpuan (2)