alexametrics

Kota Besar di Jawa Berpotensi Sumbang Golput Terbanyak

25 Februari 2019, 17:19:19 WIB

JawaPos.com – Kota-kota besar di Jawa berpotensi menjadi penyuplai besar golput atau pemilih yang tak memberikan hak suaranya dalam Pemilu 2019 nanti. Seperti di wilayah Jawa Barat, Jakarta, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ), maupun Jawa Timur.

Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Dekan dan Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta Wawan Mas’udi saat paparan Hasil Analisa Big Data di Departemen Politik dan Pemerintahan (DPP) Fisipol UGM, Senin (25/2). “Golput ini muncul di daerah-daerah urban,” katanya.

Kota-kota besar yang diprediksi pemilih lebih banyak yang golput di antaranya yakni DKI Jakarta; Bandung, Jawa Barat. Kemudian di Semarang dan Solo, Jawa Tengah; Malang, Jawa Timur; serta Jogjakarta.

Lanjut Wawan, munculnya potensi golput ini karena faktor ketidakpuasan. Baik terhadap incumbent maupun oposisi. “Pada momentum tertentu, seperti debat, tidak puas pada incumbent tapi oposisi tidak memberi alternatif,” katanya.

Kemudian faktor kedua adalah karena tidak adanya alternatif kandidat yang dipandang cukup mewakili kepentingan tertentu. “Bicara spesifik dalam pilpres, sering kali situasi dilematis dihadapi pemilih. Ketika dua-duanya tidak bisa memenuhi aspirasi utama, yang muncul adanya kampanye golput,” katanya.

Keputusan golput ini pastinya akan memberikan dampak. Terutama pada delegitimasi demokrasi Indonesia.

Sementara, Dosen Fisipol UGM Arya Budi mengatakan, DPP UGM melalui Laboratorium Big Data Analytics melakukan analisis big data tentang isu golput menjelang Pemilu 2019. Data ini diperoleh melalui beberapa sumber. Yakni percakapan di dalam media sosial Twitter dan pemberitaan di lebih dari 200 media online.

Adapun perangkat analisis big data yang digunakan adalah hasil kerja sama dengan PT Telkom. Analisis atas isu golput atau ketidakhadiran pemilih di sosial media dilakukan dalam rentang 27 Januari hingga 19 Februari 2019.

Pemetaan isu golput berdasarkan sebaran geografis cenderung bersifat Jawa sentris. Analisis data Twitter menunjukkan bahwa Jawa Barat (21,60 persen), DKI Jakarta (14,94 persen) Jawa Timur (14,64 persen) adalah daerah dengan percakapan isu golput terbanyak dibandingkan daerah lain.

Isu golput menjadi masif berputar dalam percakapan publik karena adanya pihak-pihak berpengaruh. Misalnya, akun dengan jumlah pengikut ribuan atau jutaan yang secara sengaja atau tidak memulai perbincangan.

Kemudian terjadi karena momentum politik. Misalnya ketika debat calon presiden, seperti yang terlihat pada 18 Februari lalu usai debat pilpres kedua. “Dari total percakapan tentang golput sebanyak 2.840 percakapan, ditemukan bahwa terdapat 9,5 persen percakapan ditujukan untuk mengampanyekan golput. Atau, 1 dari 10 percakapan tentang golput adalah percakapan untuk mengampanyekan golput,” katanya.

Titik atau daerah yang teridentifikasi dengan sengaja mengajak atau mengampanyekan golput adalah tertinggi Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Tengah. Di sisi lain, terdapat akun yang dibuat khusus untuk berkampanye golput atau mengajak untuk tidak berpartisipasi di dalam pemilu.

Editor : Sari Hardiyanto

Reporter : Ridho Hidayat

Copy Editor : Fersita Felicia Facette



Close Ads
Kota Besar di Jawa Berpotensi Sumbang Golput Terbanyak