alexametrics

BPPTKG Ungkap Alasan Belum Berubahnya Status Merapi

25 Februari 2019, 18:46:01 WIB

JawaPos.com – Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Jogjakarta menyampaikan alasannya belum ada perubahan status dari aktivitas Gunung Merapi. Sampai kini gunung api aktif Waspada tersebut belum mengalami perubahan yang cukup signifikan.

“Suplai magma (dari dalam) masih sangat kecil. Frekuensi sangat jarang dan awan panas yang keluar masih sangat kecil. Kalau akan dievaluasi, nanti kalau (jarak luncuran) lebih 3 kilometer,” kata Kepala BPPTKG Jogjakarta, Hanik Humaida saat ditemui di kantornya, Senin (25/2).

Status Merapi masih di tingkat II atau Waspada sejak 2018 silam. Ada kemungkinan bisa dinaikkan menjadi Siaga atau level III, bisa juga turun kembali ke normal. “Turun ke normal bisa juga. Status waspada masih bisa normal, tidak harus naik,” katanya.

Namun, lanjut Hanik saat ini Merapi masih mengalami guguran. Baik itu material, lava pijar, maupun awan panas. “Suplai magma kecil sekali. Ini yang membuat setelah muncul (awan panas) diam dulu, baru muncul lagi,” katanya.

Guguran awan panas terakhir tercatat pada pukul 11.24 WIB, dengan jarak luncur 1.100 meter ke arah hulu Kali Gendol, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ). Akibat awan panas itu memang sempat menyebabkan hujan abu tipis. “Hujan abu tipis di lereng Merapi bagian Magelang, di Kecamatan Dukun,” kata Hanik.

Saat ini rekomendasi dari pihaknya masih tetap sama. Yakni dalam radius 3 kilometer dari puncak supaya dikosongkan dari aktivitas penduduk. “Masyarakat tetap tenang masih diperbolehkan melakukan aktivitas seperti biasa. Tidak ada perubahan yang signifikan,” ucapnya.

Mengenai sering terjadi hujan deras di sekitar puncak, menurutnya berdampak pada potensi terjadi banjir lahar. Di sungai-sungai yang berhulu Merapi. “Potensi banjir lahar itu ada, tapi kecil,” katanya.

Terpisah, Kabid Kedaruratan dan Logistik, Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman, Makwan menambahkan, yang menjadi kekhawatiran adalah penambang pasir. Saat ini masih ada yang beraktivitas di aliran-aliran sungai.

“Kekhawatiran kami kepada para penambang. Jadi ketika berpotensi hujan lebat, supaya segera melakukan antisipasi atau ke tempat yang lebih aman,” pungkasnya.

Editor : Sari Hardiyanto

Reporter : Ridho Hidayat

Copy Editor :

BPPTKG Ungkap Alasan Belum Berubahnya Status Merapi