JawaPos Radar

Selamatkan Orangutan, Ini yang Dilakukan Dirjen Konservasi

25/02/2018, 14:46 WIB | Editor: Budi Warsito
Selamatkan Orangutan, Ini yang Dilakukan Dirjen Konservasi
Direktur Jenderal KSDAE Wiratno (tengah, kaos coklat) ditemui di Stasiun Flora-Fauna, Tahura di Hutan Bunder, Kabupaten Gunungkidul Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) pada Minggu (25/2). (Ridho Hidayat/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Direktorat Jenderal Konservasi dan Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Lingkungan Hidup menggalakkan program High conservation value forest (HCVF). Kegiatan itu digalakkan guna mengatasi masalah populasi Orangutan yang terancam punah.

Seperti halnya yang terjadi di Kalimantan. Dimana populasi Orangutan disana memperihatinkan. Salah satu penyebabnya diduga akibat ekspansi industri perkebunan seperti kepala sawit.

"Program itu baru akan dimulai, namanya HCVF. Jadi di lahan sawit itu harus ada daerah-daerah yang tidak boleh ditebang. Untuk habitat satwa liar, burung, orangutan," kata Direktur Jenderal KSDAE Wiratno, ditemui di Stasiun Flora-Fauna, Tahura di Hutan Bunder, Kabupaten Gunungkidul Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) pada Minggu (25/2).

Program tersebut akan dilakukan dengan merangkul gabungan pengusaha sawit Indonesia dan perusahaan-perusahaan-perusahaan sawit dalam menghadapi satwa liar. Dimana nantinya perusahaan yang dirangkul akan menadapatkan atau diberitahukan cara mengatasi apabila orangutan berada di lahan mereka.

"Ketika ada yang bertemu di lahannya maka harus ada suatu Standar Operasional Prosedur (SOP) yang harus dilakukan. Ini baru akan mendakan pertemuan pengusaha sawit," ucapnya.

Wiratno mengakui, memang habitat kehidupan Orangutan di Kalimantan terus terdesak. Selain karena ekspansi perkebunan sawit, juga disebabkan hewan yang bernama latin Pongo Pigmaeus tersebut 78 persen hidup di luar hutan konservasi.

"Seperti di hutan lindung, hutan produksi, dan sebagainya," katanya.

Hal itu dikarenakan, daya jelajah mereka sangat tinggi. Seekor Orangutan saja, dalam sehari bisa mencapai sekitar 5 kilometer. Jark itu untuk mencari buah yang dimakannya supaya bisa bertahan hidup. Sebetulnya lanjutnya Wiratno, banyak perusahaan sawit yang sudah membantu dalam penyelamatan habitat Orangutan. "Tapi mungkin karena banyak Orangutan yang harus diselamatkan, di masyarakat mereka kewalahan juga," pungkasnya.

(dho/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up