alexametrics

Puluhan Jurnalis di Malang Jalan Mundur

25 Januari 2019, 11:17:13 WIB

JawaPos.com – Pemberian remisi kepada I Nyoman Susrama yang menjadi otak pembunuhan jurnalis Radar Bali Gede Bagus Narendra Prabangsa berbuntut panjang. Di Kota Malang, puluhan jurnalis turun ke jalan. Mereka melakukan aksi jalan mundur dari Jalan Gajah Mada menuju depan gedung DPRD Kota Malang, Jumat (25/1).

Dalam aksinya, para jurnalis membawa sejumlah poster yang bertuliskan tuntutan untuk mencabut pemberian remisi. Antara lain bertuliskan ‘Lawan Permanisme’, ‘Cabut Remisi Bagi Pembunuh Jurnalis’, ‘Jangan Ampuni Pembunuh Jurnalis’, dan lain sebagainya.

Aksi yang diikuti jurnalis dari berbagai organisasi pers itu menuntut agar Presiden Joko Widodo (Jokowi) mencabut remisi kepada I Nyoman Susrama. Susrama yang seharusnya mendapatkan hukuman penjara seumur hidup, justru mendapatkan remisi berupa hukuman sementara atau 20 tahun.

Koordinator Aksi Abdul Malik mengatakan, remisi tersebut mencederai kebebasan pers di Indonesia. Ini membuktikan bahwa penegakan hukum kasus kekerasan terhadap jurnalis di Indonesia masih lemah.

“Catatan kami, masih banyak kasus-kasus pembunuhan dan kekerasan pada jurnalis tidak diungkap. Bahkan sampai saat ini terkesan diambangkan. Nah, saya ingin mengajak pada seluruh masyarakat Indonesia untuk ikut berpartisipasi menuntut pencabutan remisi ini,” ujarnya di sela aksi.

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) mencatat, sejak 1996 hingga sekarang setidaknya ada tujuh kasus pembunuhan jurnalis yang belum diusut tuntas. Dengan adanya remisi ini dikhawatirkan akan terulang lagi bila kasus serupa terjadi. “Nanti akan ada remisi lagi, remis lagi. Kami tidak ingin seperti itu,” tegas Abdul.

Abdul menegaskan, pembunuhan jurnalis merupakan kasus luar biasa. Sehingga hal itu harus disuarakan kepada masyarakat. Aksi ini dilakukan serentak di seluruh Indonesia. “Hari ini seluruh Indonesia bangun gerakan untuk menuntut hal sama, pembunuhan terhadap jurnalis. Kami akan terus blow up dan kawal hingga remisi ini dicabut,” pungkasnya.

Editor : Sofyan Cahyono

Reporter : Fiska Tanjung

Puluhan Jurnalis di Malang Jalan Mundur