alexametrics

Muhammadiyah dan NU Diusulkan Terima Nobel Perdamaian

25 Januari 2019, 20:05:05 WIB

JawaPos.com – Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta mengusulkan Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU) sebagai kandidat penerima penghargaan Nobel Perdamaian. Sebeb, keduanya dianggap telah memberikan kontribusi yang cukup besar dalam proses transisi dan konsolidasi demokrasi di Indonesia.

Rektor UGM, Panut Mulyono mengatakan, peran positif konsolidasi dari Muhammadiyah dan NU terlihat dalam upaya membangun perdamaian melalui kiprahnya dalam berbagai bidang kehidupan. Seperti pendidikan, kesehatan, kesejahteraan sosial, filantropi, kebencanaan, sosial kemasyarakatan, serta demokrasi.

“NU dan Muhammadiyah turut berkiprah dalam perdamaian di Indonesia dan di kancah internasional. Kiprah itu telah dirasakan masyarakat dunia,” katanya seperti rilis yang diterima JawaPos.com, Jumat (25/1).

UGM, lanjutnya selalu berkomitmen untuk turut serta mengembangkan dan merawat nilai perdamaian dan demokrasi di Indonesia dan dunia. Oleh sebab itu, pihaknya mendukung Muhammadiyah dan NU menjadi penerima nobel perdamaian. “UGM secara resmi akan menominasikan NU dan Muhammadiyah,” ucapnya.

Penghargaan tersebut, menurutnya layak diberikan sebagai bentuk apresiasi kiprah kedua ormas itu di dunia. Sekaligus menyebarkan pesan Islam damai demokratis dan berkeadaban di seluruh dunia.

Saat ini, UGM melalui Pusat Studi Keamanan dan Perdamaian (PSKP) sedang mempersiapkan dokumen pengusulan itu. Upaya ini juga dilakukan oleh Guru Besar Antropologi Boston University, Prof. Robert W. Henfer, yang telah terlebih dahulu mengajukan dokumen penghargaan nobel perdamaian untuk Muhammadiyah dan NU kepada panitia.

Kepala PSKP UGM, Najib Azca menambahkan, Muhammadiyah dan NU menurutnya juga berperan aktif dalam proses pembangunan perdamaian di tingkat nasional dan internasional. “Kedua ormas itu juga mampu mencerminkan Islam yang ramah dan dapat merawat kemajemukan di tanah air,” ucapnya.

Editor : Sari Hardiyanto

Reporter : Ridho Hidayat

Muhammadiyah dan NU Diusulkan Terima Nobel Perdamaian