JawaPos Radar | Iklan Jitu

Jokowi Beri Remisi Pembunuh Jurnalis Prabangsa, AJI: Kami Kecewa

25 Januari 2019, 16:05:07 WIB
Jokowi Beri Remisi Pembunuh Jurnalis Prabangsa, AJI: Kami Kecewa
Jurnalis dari berbagai media menyatakan kecaman atas kebijakan presiden memberikan remisi kepada otak pembunuhan jurnalis Radar Bali (Jawa Pos Grup) Prabangsa, Jumat (25/1). (Wildan Ibnu Walid/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Kebijakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan remisi kepada I Nyoman Susrama selaku terpidana pembunuhan jurnalis Radar Bali (Jawa Pos Group), AA Gde Bagus Narendra Prabangsa, dikecam. Aliansi Jurnalis Independen (AJI) bersama sejumlah jurnalis menggelar aksi di Taman Aspirasi Monas, Jakarta Pusat, Jumat (25/1).

Mereka menentang Kepres No. 29 tahun 2018 tentang Pemberian Remisi Perubahan dari Pidana Penjara Seumur Hidup Menjadi Pidana Sementara tertanggal 7 Desember 2018. Ketua AJI Abdul Manan menyatakan, komunitas jurnalis di Indonesia mengecam kebijakan Jokowi yang memberikan remisi kepada pelaku pembunuhan keji terhadap jurnalis.

Dalam aksi unjuk rasa di depan Istana Merdeka, AJI menyampaikan empat pernyataan sikap. Pertama, mengecam kebijakan Jokowi yang sudah memberikan kebijakan remisi.

Jokowi Beri Remisi Pembunuh Jurnalis Prabangsa, AJI: Kami Kecewa
AJI minta remisi pembunuh jurnalis Prabangsa dicabut (Wildan Ibnu Walid/JawaPos.com)

Kedua, kebijakan presiden mengurangi hukuman pelaku pembunuh itu melukai rasa keadilan. Bukan saja bagi keluarga korban, akan tetapi jurnalis di Indonesia. Ketiga, mendesak Jokowi mencabut Keppres pemberian remisi terhadap Susrama.

Sebab kebijakan itu bertentangan dengan kebebasan pers. Keempat, meminta Jokowi menuntaskan 8 kasus pembunuhan jurnalis lainnya. "Kami mengecam kebijakan Presiden Joko Widodo yang memberikan remisi kepada pelaku pembunuh jurnalis Prabangsa," serunya, Jumat (25/1).

AJI menilai, tidak diadilinya pelaku kekerasan terhadap jurnalis dan memberikan keringanan hukuman bagi pelakunya, maka hal itu berpotensi menyuburkan iklim impunitas dan membuat para pelaku kekerasan tidak jera. Menurutnya, hal itu bisa memicu kekerasan kepada jurnalis terus berlanjut.

"Susrama adalah otak pelaku pembunuhan. Kenapa diberi remisi? Kami kecewa dengan presiden," terang Abdul Manan.

Editor           : Erna Martiyanti
Reporter      : Wildan Ibnu Walid
Copy Editor : Fersita Felicia Facette

Alur Cerita Berita

Jalan Belakang Dapat Surat Pengampunan 25 Januari 2019, 16:05:07 WIB
Puluhan Jurnalis di Malang Jalan Mundur 25 Januari 2019, 16:05:07 WIB
Yasonna: Bukan Grasi, tapi Remisi Perubahan 25 Januari 2019, 16:05:07 WIB
Lihat semua

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up