alexametrics

Bernostalgia dengan Sepeda Motor Era 90-an

Harga Tembus Rp 70 Juta
25 Januari 2019, 15:00:58 WIB

JawaPos.com – Industri otomotif berkembang begitu pesatnya. Setiap tahun keluar model kendaraan baru yang dihadirkan. Baik itu untuk kendaraan roda dua maupun roda empat. Meski banyak kendaraan baru yang lahir, tetapi pesona kendaraan lawas belumlah luntur. Sebaliknya, justru banyak yang memburu keberadaan kendaraan lawas.

Salah satunya adalah kendaraan roda dua tipe dua langkah atau dua tak keluaran Yamaha. Di era 90an, kendaraan dua tak begitu digemari. Mulai jenis Alfa sampai dengan Yamaha 125 Z. Tetapi, seiring dengan berjalannya waktu kendaraan dua tak pun mulai digusur dengan hadirnya kendaraan empat langkah atau empat tak.

Kondisi membuat keberadaan kendaraan dua tak mulai berkurang. Padahal, pencinta kendaraan dua tak tidak sepenuhnya bergeser. Masih banyak yang merindukan hentakan mesin dua tak. Peluang inilah yang kemudian mendorong Nanang Wahyu Kristian untuk melakukan restorasi kendaraan dua tak.

Restorasi Motor
Karena membutuhkan detail yang sempurna, maka restorasi pun tidak mudah dilakukan. Untuk satu motor rata-rata membutuhkan waktu sekira dua bulan (Ari Purnomo/JawaPos.com)

Pemilik nama beken Tian NK itu sudah sejak tiga tahun lalu melakukan restorasi kendaraan lawas.
Tetapi, restorasi yang dilakukan tidak sembarangan. Semua part yang digunakan orisinal. Bahkan sampai detail baut, emblem dan stripingnya semuanya orisinal.

“Semua bermula dari hobi, saya memang orangnya sangat detail. Jadi kendaraan yang saya restorasi juga harus detail, termasuk untuk baut dan emblemnya,” urainya kepada JawaPos.com saat ditemui di stannya di Solo Wheels Expo, Jumat (25/1).

Karena membutuhkan detail yang sempurna, maka restorasi pun tidak mudah dilakukan. Untuk satu motor rata-rata membutuhkan waktu sekira dua bulan. Waktu itu digunakan untuk mencari onderdil atau part kendaraan. Karena, usia kendaraan yang sudah tidak muda membuat part-nya pun tidak mudah didapatkan.

“Bahkan untuk beberapa part saya harus memesan langsung dari negara lain, seperti part 125 Z saya pesan dari Malaysia. Karena kendaraan ini kan build up dari sana,” imbuhnya.

Untuk biaya restorasi pun tidak murah. Tian mengaku, untuk satu motor biaya restorasi yang dibutuhkan bisa mencapai Rp 22 juta sampai Rp 24 juta. Maka tidak heran jika sepeda motor lawas tersebut dibanderol antara 30 juta sampai Rp 70 juta.

“Memang pangsa pasar kendaraan ini bukan untuk umum, hanya kolektor saja. Jadi memang harganya segitu, karena biaya restorasinya juga besar,” ungkapnya.

Tian mengatakan, untuk restorasi ini dirinya terbantu dengan adanya komunitas. Karena, onderdil kendaraan ini kadang tidak bisa didapatkan di diler resmi Yamaha. “Saya punya banyak grup, ya kadang mendapatkan part-nya juga dari grup itu. Karena di diler memang tidak tersedia, susah part-nya,” katanya.

Sampai saat ini setidaknya mantan guru itu sudah berhasil menjual tujuh sepeda motor restorasinya. Pembelinya pun kolektor dari berbagai kota. Seperti dari Jakarta, Magelang dan kota lainnya.

Editor : Sari Hardiyanto

Reporter : Ari Purnomo

Bernostalgia dengan Sepeda Motor Era 90-an