Tim SAR Cari 40 Orang Hilang akibat Gempa Cianjur

24 November 2022, 11:19:46 WIB

JawaPos.com–Tim SAR gabungan melanjutkan pencarian pada hari keempat terhadap korban yang dilaporkan masih hilang setelah kejadian gempa di Kabupaten Cianjur, pada Senin (21/11) pukul 13.21 WIB. Sebanyak 40 orang warga dilaporkan masih belum ditemukan.

”Tim SAR Gabungan telah melaksanakan briefing kekuatan personel, SOP, dan petunjuk kerja, di Posko SAR Gabungan di Desa Cijedil,” kata Kepala Kantor SAR Bandung Jumaril seperti dilansir dari Antara di Kabupaten Cianjur, Kamis (24/11).

Dia mengatakan, pada hari keempat rencana pencarian dibagi dua lokasi. Yakni Desa Cijedil dan kawasan sekitar Warung Sate Sinta, di Kecamatan Cugenang.

Menurut dia, upaya pencarian di Desa Cijedil di bagi ke dalam dua sif. Pertama dilakukan 147 personel plus empat personel life detector. Kemudian sif kedua dilakukan 149 personel plus empat anjing pelacak.

Sedangkan di kawasan Warung Sate Sinta, dia menjelaskan, upaya pencarian juga dibagi ke dalam dua sif. Adapun sif pertama dilakukan 153 personel plus lima anjing pelacak dan sif kedua dilakukan 157 personel plus empat personel life detector.

”Selain itu, ada sebanyak 264 personel yang disebar ke 12 kecamatan untuk menyisir dan memastikan tidak ada korban lain yang perlu dievakuasi. Jika korban ditemukan akan dievakuasi ke RSUD Cianjur menggunakan ambulans dari pihak desa,” terang Jumaril.

Berdasar data posko utama, dia menambahkan, ada sebanyak 271 korban meninggal dunia akibat gempa Cianjur. Kemudian 2.043 warga yang mengalami luka-luka.

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menugaskan kepala dinas dan pejabat setingkat di Pemerintah Provinsi Jabar untuk turun ke kecamatan menjadi bapak asuh korban gempa bumi di Kabupaten Cianjur.

”Bapak asuh ini harus menjamin semua kebutuhan dan suplai bantuan sampai kepada warga. Hari ini (24/11) sudah saya putuskan setiap kecamatan punya bapak asuh dinas-dinas dari Pemda Provinsi Jabar,” ujar Ridwan Kamil.

”Jadi satu kecamatan di Cianjur akan ada dua dinas, dipimpin kepala dinas untuk bertanggung jawab mengurusi semua kebutuhan warga di 12 kecamatan terdampak,” tambah dia.

Gubernur telah memerintahkan Sekda Jabar Setiawan Wangsaatmaja untuk mengatur manajemen di lapangan terkait sistem bapak asuh. ”Dan sudah diatur Pak Sekda cara konkretnya seperti apa,” tutur Ridwan Kamil.

Gubernur mengungkapkan, pemprov telah menggelontorkan anggaran Rp 2 miliar untuk kebutuhan logistik bagi korban gempa di pengungsian. ”Kemudian BTT Rp 20 miliar sudah kita siapkan untuk kebutuhan tanggap darurat. Walaupun komitmen dari presiden untuk rekonstruksi (bangunan) yang Rp 50 juta (rusak) berat, Rp 25 juta (rusak) sedang, dan (rusak) ringan Rp 10 juta terus kita sosialisasikan. Itu uang dari BNPB anggaran APBN,” papar Ridwan Kamil.

Untuk biaya pengobatan bagi korban yang terdampak bencana gempa bumi Cianjur, Gubernur Ridwan Kamil menyebut, semua tagihan digratiskan dan akan ditanggung Pemprov Jabar.

”Semua tagihan digratiskan dan ditujukan ke Pemprov Jabar, karena terjadi ekses ada yang ditagih Rp 4 juta-Rp 5 juta. Korban sudah susah, hartanya terpendam di rumah yang roboh, masih dimintain bayaran,” ucap Ridwan Kamil.

Dia menegaskan, semua asosiasi rumah sakit bahkan disaksikan langsung Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, tidak perbolehkan menagih biaya perawatan atau apapun itu kepada korban. ”Sekarang sudah clear semua asosiasi rumah sakit, ada Pak Menkes sebagai saksi, tidak boleh menagih ke korban. Tagihnya ke pemda dengan bukti,” kata Ridwan Kamil.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah

Reporter : Antara

Saksikan video menarik berikut ini:


Close Ads