Pembunuh Aktivis IPNU Dikabarkan Sudah Tertangkap di Jombang

24 November 2022, 22:34:58 WIB

JawaPos.com- Polres Mojokerto dikabarkan telah berhasil meringkus terduga pelaku pembunuhan Ahmad Hasan Muntolip, warga Jurangsari, Desa Belahan Tengah, Kecamatan Mojosari, Rabu (23/11) malam. Konon, pembunuhan sadis pemuda 26 tahun yang juga seorang aktivis NU di kampungnya itu bermotif utang piutang.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Mojokerto dari sumber internal polisi, setidaknya ada tiga pelaku yang dibekuk. ”Alhamdulillah, ada tiga terduga pelaku pembunuhan yang diamankan,” kata sumber yang tidak mau disebut namanya itu, Kamis (24/11).

Sayangnya, sumber belum mau merinci di mana saja para pelaku itu diamankan. Termasuk identitas mereka. Yang jelas, masih dalam pemeriksaan intensif penyidik Satreskrim Polres Mojokerto. Demikian juga dengan motifnya. ”Diamankan di Jombang. (Pelaku) warga Puri, motifnya soal utang piutang,” sebutnya singkat.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Mojokerto AKP Gondam Pringgodani, melalui Kanit Pidum Iptu Selimat menegaskan, kasus penemuan mayat atas nama Ahmad Hasan Muntolip kian jelas. Sejauh ini, pengejaran terhadap terduga pelaku masih berlangsung. ’’Pelaku belum tertangkap, tapi kami sudah banyak kantongi alat bukti petunjuk,’’ ungkapnya seperti dilansir Jawa Pos Radar Mojokerto (24/11).

Atas sejumlah saksi dan fakta di lapangan, kuat dugaan pelaku lebih dari satu orang. Karena masih dalam pengejaran, polisi belum bisa mengungkap motif di balik pembunuhan sadis tersebut. ’’Pelakunya ada beberapa orang. Tapi sampai saat ini masih terus kita kembangkan dan dalami. (Motifnya) Belum, itu nanti kalau sudah tertangkap pelakunya,’’ ujarnya.

Sebelumnya, Ahmad Hasan Muntolip diduga dihabisi oleh sejumlah orang di tempatnya kerja, di toko Bintang Jaya Gordyn, Jalan Airlangga, Mojosari. Setelah meregang nyawa, korban diangkut dengan mobil dan dibuang ke jurang Tahura Raden Suryo, Sendi, Desa/Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto. Jenazah korban ditemukan seorang pencari rumput pada Selasa (22/11) lalu.

Dugaan pembunuhan itu dikuatkan keluarga korban, Dwi Ajiono. Dari hasil otopsi di RS Bhayangkara Pusdik Gasum Polri di Porong, Sidoarjo, Aji menyatakan bahwa di tubuh korban banyak ditemukan bekas luka senjata tajam. Mulai di bagian perut, dada, hingga wajah. ’’Kurang lebih ada tujuh tusukan, 15 jahitan,’’ ungkap Aji, kepada wartawan, di rumah duka.

Ahmad Hasan Muntolip merupakan anggota Pengurus Anak Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PAC IPNU) Kecamatan Mojosari. Dia aktif di organisasi tersebut sejak 2019 silam. ”Dia pengurus di bagian Departemen Organisasi PAC IPNU Mojosari,” kata Ketua PAC IPNU Mojosari Ardian Puguh Suseno, Rabu (23/11).

Puguh menjelaskan, almarhum terbilang sebagai kader yang aktif dan rajin. Hasan tak pernah absen ketika organisasi memanggilnya untuk mengikuti kegiatan. ”Aktif, dia orangnya humble juga tapi agak pendiam. Selama ini selalu aktif ikut kegiatan,” bebernya.

Menurut dia, korban terbuka dengan persoalan yang dialaminya. Beberapa kali korban juga bercerita mengenai kondisi finansialnya yang susah karena sedang tidak bekerja. Toko gorden tempat korban bekerja memang sempat tutut lantaran pandemi Covid-19.

”Dulu sering cerita-cerita kalau ada masalah di tempat kerja, tapi ya hanya masalah biasa. Kalau soal dia ada masalah dengan orang lain, Hasan tidak pernah cerita. Terakhir curhat sekitar dua bulan lalu,” jelas Puguh.

Dia ikut terpukul dengan kabar meninggalnya Hasan. Terlebih kadernya tersebut ditemukan tewas dalam keadaan tragis. Pihaknya berharap agar pihak kepolisian segera menangkap pelaku. ”Kita ikut mendesak aparat kepolisian segera mengusut tuntas dan memberikan kepastian hukum atas kasus pembunuhan saudara kita Hasan,” tukasnya.

Editor : M. Sholahuddin


Close Ads